Skripsi
Ferofluida magnetit/titania untuk aplikasi antijamur / Maulit Diyan Nuraini
Abstrak
Ferofluida magnetit merupakan suspensi koloid yang terdiri atas partikel nano magnetit yang terdispersi dalam cairan pembawa. Pengembangan ferofluida magnetit memiliki kemajuan sangat pesat terkait studi khasiat dan manfaatnya di berbagai bidang khususnya pada bidang medis dimana salah satu pengaplikasiannya adalah sebagai antijamur. Untuk meningkatkan aktivitas antijamur ferofluida magnetit dilakukan modifikasi dengan teknik komposit menggunakan titania yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jamur. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ferofluida magnetit/titania dari pasir alam dengan penambahan DMSO sebagai surfaktan dan minyak zaitun sebagai cairan pendispersi untuk aplikasi antijamur Candida albicans. Sintesis ferofluida magnetit/titania dilakukan dengan metode ko-presipitasi dengan variasi komposisi persen berat partikel nano magnetit. Struktur ukuran partikel dan morfologi dari sampel dapat dilihat melalui hasil uji XRD dan SEM dari serbuk magnetit/titania. Gugus fungsi dapat dilihat melalui hasil uji FTIR dan diameter zona hambat diperoleh melalui hasil pengujian aktivitas antijamur Candida albicans dari ferofluida magnetit/titania. Hasil XRD menunjukkan puncak difraksi sinar-X titania pada semua sampel terorientasi pada bidang (011) yang mana merupakan puncak dari fase anatase dengan bentuk tetragonal. Hasil analisis data XRD didapatkan nilai rata-rata ukuran kristal magnetit/titania sebesar 12 61 ndash 13 17 nm untuk partikel nano magnetit dan 11 77 ndash 16 05 nm untuk partikel nano titania. Hasil uji SEM menunjukkan morfologi magnetit/titania berbentuk bulat dan kubus berwarna gelap dan putih serta tidak terdistribusi secara merata atau beraglomerasi. Nilai rata-rata distribusi ukuran partikel magnetit/titania hasil analisis data SEM adalah 21 19 0 27 ndash 25 36 0 25 nm. Gugus fungsi ferofluida magnetit/titania menunjukkan gugus fungsi dua komponen utama yaitu partikel nano magnetit dengan teridentifikasinya vibrasi Fe-O pada bilangan gelombang 586 cm-1 dan 707 cm-1 dan partikel nano titania ditandai dengan munculnya vibrasi Ti-O pada bilangan gelombang 459 cm-1. Selain itu terdapat ikatan S O pada bilangan gelombang 960 cm-1 dan 1018 cm-1 dan terdapat ikatan ester (CO) di daerah bilangan gelombang 1172 cm-1 dan 1234 cm-1 yang menandakan adanya DMSO dan minyak zaitun. Aktivitas antijamur Candida albicans dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dan diperoleh nilai zona hambat sebesar 6 49 ndash 8 46 mm.