Skripsi
Perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah ipo (studi pada perusahaan yang masuk dalam perhitungan jii yang terdaftar di bei periode 2013-2017 / Irsyad Ahmadi Hidayat
Abstrak
Hidayat Irsyad Ahmadi. 2019. Perbedaan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah IPO (Initial Public Offering) Studi pada Perusahaan yang masuk dalam perhitungan Jakarta Islamic Index yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunaryanto M.Ed Initial public offering adalah sebuah aktivitas penawaran saham perdana yang dilakukan manajemen perusahaan kepada masyarakat luas. IPO membuat manajemen memperoleh suntikan dana dalam jumlah besar sehingga diharapkan mampu memperbaiki kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya perbedaan kinerja keuangan perusahaan yang melakukan IPO. Kinerja keuangan perusahaan diwakili oleh beberapa rasio keuangan yaitu current ratio dept to equity ratio dept to assets ratio net profit margin return on equity dan total assets turn over. Periode data rasio-rasio tersebut ialah 1 tahun dan 2 tahun setelah IPO. Ekonomi islam yang mengalami tren positif dalam dekade terakhir membuat indeks saham berbasis islam layak untuk diuji. Jakarta Islamic Index dipilih sebagai sampel penelitian dengan periode 2013-2017 yang mana melalui purposive sampling menghasilkan 31 perusahaan yang siap diteliti. Analisa data menggunakan uji deskriptif dan uji statistik inferensial. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji beda (paired sample t-test untuk data berdistribusi normal dan wilcoxon signed rank test untuk data yang tidak berdistribusi normal). Hasil pengujian menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan setelah IPO mengalami kenaikan rasio yang mana ditunjukkan oleh peningkatan nilai mean curent ratio. Uiji beda menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara current ratio sebelum dan 2 tahun setelah IPO. Solvabilitas perusahaan yang diukur dengan rasio DER dan DAR memberikan gambaran yang sama. Secara deskrptif dua rasio tersebut menyimpulkan bahwa dengan adanya IPO solvabilitas perusahaan membaik terbukti dari penurunan rasio dan turnnya nilai mean pada tahun kedua. Paired sample t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara 1 tahun sebelum IPO dan 2 tahun setelah IPO Profitabilitas perusahaan yang ditinjau dari dua rasio yakni NPM dan ROE. Secara singkat dua rasio tersebut menggambarkan belum adanya efek baik yang dirasakan perusahaan dalam menghasilkan laba. Terbukti pada penurunan kedua rasio tersebut pada periode setelah IPO. Total Assets Turn Over secara deskriptf menyajikan penurunan nilai mean yang artinya kinerja aktifitas perusahaan justru menurun setelah IPO. Uji beda menemukan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada rasio TATO antara periode sebelum dan 2 tahun setelah IPO.