UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Model mental matematis siswa dalam memahami konsep segi empat berdasarkan gender / Lady Agustina

Agustina, Lady - Nama Orang;

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan model mental matematis siswa dalam memahami konsep segiempat berdasarkan gender. Level model yang digunakan adalah merujuk pada level model mental yang ditemukan oleh Bofferding (2014) yaitu inisial transisi I sintetis transisi II dan formal. Model mental adalah gambaran konstruksi pemahaman dan visualisasi imajinatif dalam pikiran siswa yang digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena. Gender dalam penelitian ini adalah jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Perbedaan gender inilah yang tentunya juga berpengaruh terhadap pola pikir dalam memahami sebuah konsep Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan 150 siswa kelas VIII yang telah memperoleh materi segi empat pada kelas sebelumnya. Tes tertulis tentang konsep segi empat diberikan kepada 150 siswa tersebut. Dari hasil pengerjaannya didapatkan ada 12 siswa berada pada level inisial dimana terdapat 4 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan 65 siswa berada pada level transisi I dimana terdapat 28 siswa laki-laki dan 37 siswa perempuan 52 siswa berada pada level sintetis dimana terdapat 37 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan 18 siswa berada pada level transisi II dimana terdapat 8 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dan 3 siswa berada pada level formal dimana terdapat 1 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Subjek yang dipilih mewakili lima level model mental tersebut adalah subjek yang mempunyai kemampuan komunikasi yang bagus dan masing-masing level model mental diambil berdasarkan gendernya yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Ada lima komponen pertanyaan yang dibahas pada pemahaman konsep segi empat ini yaitu pengertian macam-macam bentuk sifat-sifat dan soal cerita perbandingan segi empat. Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah (1) mentranskrip data yang terkumpul (2) menelaah data yang tersedia yaitu dari hasil pemahaman konsep segi empat yang tertulis dan transkrip wawancara (3) mengadakan reduksi data yaitu menyeleksi menfokuskan dan mengklasifikasian data yang sejenis kemudian disederhanakan dengan cara membuang hal-hal yang tidak perlu (4) menyusun dalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorisasikan dengan membuat coding (5) analisis pelevelan model mental (6) mendeskripsikan model mental matematis siswa dalam memahami konsep segiempat berdasarkan gender. Hasil dari penelitian ini adalah pada level inisial subjek baru mulai mengenal komponen pada pemahaman konsep segi empat tetapi belum bisa menguraikan terkait konsep segi empat dengan sempurna. Pada level inisial ini subjek laki-laki saat memulai mengenal komponen pengertian segi empat subjek menggambar bangun jajargenjang dan persegi sedangkan subjek perempuan menggambar bangun trapezium dan persegi. Untuk level transisi I subjek memahami satu komponen yaitu pada pengertian segi empat tetapi belum mampu menghubungkan dengan komponen yang lain yaitu bentuk-bentuk segi empat dan yang lainnya. Pada level transisi I ini subjek laki-laki saat menghubungkan satu komponen dengan komponen yang lainnya subjek dengan rinci menuliskan nama bangun terlebih dahulu sedangkan subjek perempuan langsung menuliskan komponen lain. Untuk level sintetis subjek sudah bisa mengenal dan memahami dua komponen yaitu pengertian segi empat dan macam-macam segi empat tetapi belum bisa menghubungkan dengan komponen pada bentuk segi empat dan yang lainnya. Pada level sintetis ini subjek laki-laki saat mengungkapkan komponen bentuk segi empat menuliskan ada empat bangun sedangkan subjek perempuan hanya tiga bangun. Selanjutnya pada level transisi II subjek sudah bisa memahami dengan baik tiga komponen pemahaman segi empat tetapi belum bisa dengan sempurna memahami semua komponen. Pada level transisi II ini subjek laki-laki saat menghubungkan dengan komponen lain yaitu sifat-sifat segi empat menuliskan secara rinci uraiannya sedangkan subjek perempuan menuliskan hamper benar uraiannya tapi tidak rinci. Terakhir pada level tertinggi yaitu formal subjek sudah bisa memahami dengan baik semua komponen tentang pemahaman konsep segi empat. Pada level formal ini perbedaan subjek laki-laki dan subjek perempuan terletak pada penulisan komponen pengertian segi empat pada penulisan rincian pengertiannya. Hasil selanjutnya dapat diketahui perbedaan subjek level model mental untuk subjek laki-laki lebih rinci dalam menuliskan jawabannya sedangkan subjek perempuan lebih ke langsung ke intinya saja. Untuk persamaan subjek laki-laki dan subjek perempuan pada penelitian ini adalah pada saat mengungkapkan memori atau ingatan yang sama dalam hal memberikan informasi yang pernah mereka dapatkan sebelumnya.


Informasi Detail
DDC
Rd 516.154076 AGU m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2022.
Deskripsi Fisik
152 lembar: ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
07501/KI/22
Edisi
Desertasi (Pasca sarjana) - Universitas Negeri Malang 2022
Subjek
1. SEGI EMPAT - MODEL MENTAL MATEMATIKA
2. RQUADANG - MENTAL MATHEMATICS MODEL

Pembimbing
1. Cholis Sa'dijah ; 2. Sukoriyanto ; 3. Tjang Daniel Chandra
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik