Tesis
Kontribusi social media, pola hidup sehat dan keagamaan guru terhadap kompetensi guru teknik komputer serta dampaknya pada performa guru / Alifah Diantebes Aindra
Abstrak
Salah satu tujuan dari SMK adalah menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) sehingga siap bekerja namun pada kenyataanya tujuan tersebut belum tercapai seluruhnya. Hasil tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya kompetensi lulusan yang kurang atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan IDUKA dan begitu pula kompetensi guru juga masih rendah. Untuk itu pemerintah sudah menyediakan beberapa program untuk meningkatkan kompetensi guru seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sertifikasi dan guru magang namun untuk mengikutinya diperlukan kualifikasi khusus sehingga tidak semua guru dapat mengikutinya. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang mengungkap faktor atau variabel yang dapat meningkatkan kompetensi dan performa guru tanpa dibutuhkan kualifikasi khusus dan ada disekitar guru. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi dari social media pola hidup sehat dan keagamaan terhadap kompetensi guru dan dampaknya pada performa guru. Teknik pengujian dan analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Alumni S1 pendidikan teknik informatika Universitas Negeri Malang merupakan populasi pada penelitian ini sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Consecutive Sampling dengan kurun waktu pengambilan selama satu bulan yang memperoleh responden sebanyak 189 orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa social media secara parsial memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap kompetensi guru sebesar 13 84%. Pola hidup sehat secara parsial memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap kompetensi guru sebesar 29 43%. Keagamaan secara parsial tidak memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap kompetensi guru. Social media pola hidup sehat dan keagamaan secara simultan memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap kompetensi guru sebesar 44 5%. Social media secara parsial tidak memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap performa guru. Pola hidup sehat secara parsial memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap performa guru sebesar 17 44%. Keagamaan secara parsial tidak memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap performa guru. Kompetensi guru secara parsial memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap performa guru sebesar 31 46%. Social media pola hidup sehat keagamaan dan kompetensi secara simultan juga memiliki kontribusi langsung dan signifikan terhadap performa guru sebesar 53 9%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa baik social media pola hidup dan keagamaan secara bersama-sama memiliki kontribusi terhadap kompetensi guru dan berdampak pula pada performa guru. Namun kompetensi guru tidak dapat memediasi hubungan antara variabel bebas dengan performa guru.