Tesis
Studi kuantitatif dan kualitatif scientific argumentation dalam pembelajaran daring dengan e-scaffolding konseptual dan prosedural materi suhu dan kalor / Dewi Priyantini
Abstrak
Selama dekade terakhir akibat pandemi covid-19 proses pembelajaran menjadi daring. Penggunaan media pembelajaran melibatkan proses komunikasi salah satu bentuknya yaitu argumentasi ilmiah. Argumentasi ilmiah merupakan keterampilan kognitif kompleks yang membutuhkan penalaran ilmiah antara terori dan bukti serta pemikiran kritis terkait dengan kekuatan argumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik setelah dilakukan pembelajaran daring PBL dengan e-scaffolding. E-scaffolding digunakan sebagai arahan dan memfokuskan konten penting dari tugas dalam materi pembelajaran selama pembelajaran PBL berlangsung. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan one group pretest ndash porsttest untuk menganalisis perbedaan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik setelah dilakukan pembelajaran. Sebanyak 33 peserta didik mengikuti pembelajaran daring selama enam minggu. Kegiatan pembelajaran dilakukan menggunakan bentuan moodle dengan materi pembelajaran suhu dan kalor. Moodle digunakan sebagai sistem dalam pembelajaran yang memuat semua bahan pembelajaran daring. Komunikasi whatsapp juga digunakan selama pembelajaran berlangsung. Data penelitian diperoleh berdasarkan kegiatan diskusi dalam forum online hasil lembar kerja peserta didik kegiatan penyelidikan kelompok kecil dan nilai pretest posttest. Sebanyak 8 soal tes valid dengan reliabilitas sebesar 0 89. Soal tes ini berupa pilihan disertai pemberian bukti dan argumentasi peserta didik. Jawaban essay peserta didik dikumpulkan untuk dilakukan pengelompokan dan analisis kualitatif. Selanjutnya data pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui efeksize pembelajaran daring PBL dengan e-scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil posttest dalam komponen argumentasi ilmiah peserta didik. Efeksize sebesar 1 43 (strong effect) dan nilai n gain rata ndash rata sebesar 0 23 (rendah). Peningkatan terjadi terutama pada jawaban peserta didik dalam memberikan bukti dan untuk mendukung argumentasi ilmiahnya. PBL disertai e-scaffoling meningkatkan pemahaman konsep dalam pembuktian jawaban atas klaim menggunakan bukti ilmiah. Peserta didik merasa terbantu dengan pengguanaan e-scaffolding selama pembelajaran berlangsung. E-scaffolding ini membantu peserta didik dalam menyusun argumentasi ilmiah. E-scaffoliding konseptual membantu dalam memahami konsep yang dipelajari sedangkan e-scaffolding prosedural sebagai bantuan dalam mengerjakan tugas. Level argumentasi ilmiah mengalami peningkatan positif rata ndash rata pada level 2a. Pola argumentasi rata - rata yang digunakan peserta didik yaitu claim data backing. Peserta didik mencapai level 4 dari semula maksimal level 3 pola argumentasinya berupa claim data backing telah disertai dukungan berupa warrant dan rebuttal namun kurang jelas. Diperlukan setidaknya waktu yang lebih lama untuk dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik karena kemampuan ini melibatkan latihan pembentukan argumen.