Skripsi
Hubungan penggunaan bahan celana dalam dan frekuensi ganti pembalut dengan kejadian fluor albus pada pasien Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) puskesmas Manguharjo / Dinda Selvina Khumaira
Abstrak
Fluor albus merupakan suatu gejala pada alat kelamin wanita yang ditandai dengan keluarnya cairan selain darah secara berlebihan. Di Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 999.156 jiwa dan 98.000 wanita mengalami fluor albus dan pada tahun 2013 Jawa Timur sebanyak 75% remaja menderita keputihan (fluor albus) minimal sekali seumur hidup. Beberapa penyebab terjadinya fluor albus anatara lain bahan celana dalam yang tidak tepat dan frekuensi ganti pembalut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan ada atau tidaknya penggunaan bahan celana dalam dan frekuensi penggantian pembalut dengan kejadian fluor albus pada pasien IVA puskesmas Manguharjo kota Madiun. Metode penelitian menggunakan observasi dengan pendekatan analitik observasional. Subyek penelitian adalah pasien IVA sebanyak 47 sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan bahan celana dalam dengan kejadian fluor albus (p 0 114). Sedangkan antara frekuensi ganti pembalut dengan kejadian fluor albus terdapat hubungan yang signifikan (p 0 026).