Tesis
Analisis miskonsepsi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas xi sma dalam pembelajaran modeling intruction disertai web-based formative assesment pada materi gelombang mekanik / TOMY ANDRE ANSYAH
Abstrak
Gelombang merupakan satu materi fisika kelas XI SMA yang penting untuk dikuasai dengan baik. Materi gelombang bersifat abstrak maka pada umumya siswa sulit memahami dan mempelajarinya sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman siswa. Rendahnya pemahaman konsep yang dialami oleh siswa menjadi salah satu indikator kemampuan berpikir kritis siswa yang masih lemah. Maka diperlukan suatu pembelajaran untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis salah satunya menggunakan pembelajaran dengan modeling instruction. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis miskonsepsi dan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran modeling instruction disertai web-based formative assessment pada materi gelombang mekanik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mixed method di mana menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain penelitian yang dipakai yaitu embedded experimental design. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA dengan subjek penelitian siswa kelas XI MIA 6. Instrumen pengukuran miskonsepsi siswa berupa soal three-tier sedangkan kemampuan berpikir kritis menggunakan soal uraian. Respon siswa terhadap soal dianalisis berdasarkan poin-poin jawaban yang tervalidasi. Kedua jenis soal diuji validasi instrumen validasi butir soal uji reliabilitas uji taraf kesukaran dan uji daya beda. Analisis data kuantitatif menggunakan uji statistik deskriptif uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) uji-t berpasangan uji n-gain dan uji effect size. Analisis data kualitatif berupa reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa miskonsepsi siswa mengalami penurunan setelah diberikan pembelajaran yang terlihat dari rata-rata miskonsepsi siswa saat pretest dan posttest yang menurun dari 47 37% menjadi 17 54%. Hasil uji normalitas menunjukan data terdistribusi normal dengan nilai signifikan sebesar 0 200. Uji-t menunjukkan hasil signifikan dengan nilai Sig 0 001. Uji n-gain menunjukkan kategori sedang dengan nilai 0 45. Uji effect size menunjukkan nilai 0.93 yang berarti pembelajaran mempunyai efek yang besar terhadap penurunan miskonsepsi siswa. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 8% menjadi 41% dengan kriteria sangat kurang menjadi cukup. Hasil uji normalitas menunjukan data terdistribusi normal dengan nilai signifikan sebesar 0 66. Uji-t menunjukkan hasil signifikan dengan nilai Sig 0 000. Uji n-gain menunjukkan kategori sedang dengan nilai 0 36. Uji effect size menunjukkan nilai 1 09 yang berarti pembelajaran mempunyai efek yang besar terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.