Tesis
Eliminasi miskonsepsi kesetimbangan kimia menggunakan Dual Situated Learning Model (DSLM) pada siswa SMK dengan keterampilan berpikir ilmiah berbeda / Tri Yunita Maharani
Abstrak
Materi Kesetimbangan Kimia mencakup konsep terdefinisi konsep abstrak hitungan matematis grafik serta melibatkan representasi makroskopik submikroskopik dan simbolik sehingga berpotensi untuk menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami Kesetimbangan Kimia. Kesulitan tersebut memungkinkan terjadinya pemahaman yang salah dan menjadikannya sebagai miskonsepsi jika terjadi secara konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa potensi terjadi shy nya miskonsepsi pada siswa memiliki kaitan dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah (KBI). Siswa dengan KBI lebih baik cenderung lebih mudah mengeliminasi miskonsepsi sehingga mungkin saja banyaknya miskonsepsi pada Kesetimbangan Kimia diakibatkan oleh KBI siswa yang rendah. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan efektif untuk mengeliminasi miskonsepsi dalam Kesetimbangan Kimia adalah Dual Situated Learning Model (DSLM). Perubahan konsep pada DSLM dilakukan dengan menciptakan ketidaksesuaian (disonansi) dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa kemudian menyediakan mental set baru bagi siswa yang digunakan untuk membangun konsep yang lebih ilmiah. Dengan demikian DSLM diharapkan dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi miskonsepsi dalam Kesetimbangan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perkembangan KBI siswa (2) mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi Kesetimbangan Kimia (3) mengetahui keefektifan pembelajaran remedial menggunakan DSLM dalam mengeliminasi miskonsepsi Kesetimbangan Kimia pada siswa dengan keterampilan berpikir ilmiah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan pra-eksperimental. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi dan men shy deskripsikan tingkat perkembangan KBI siswa dan miskonsepsi siswa pada materi kesetimbangan kimia sedangkan penelitian pra-eksperimental dilakukan untuk melihat keefektifan pembelajaran remedial Dual Situated Learning Model dalam mengeliminasi miskonsepsi siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Program Studi Farmasi dari SMK Wiyata Husada Batu tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 24 siswa. Data penelitian deskriptif didapatkan dengan menggunakan tes KBI sebanyak 24 soal dan Instrumen Diagnostik Kesetimbangan Kimia (IDKK) sebanyak 16 soal dengan validitas isi sebesar 87 5% dan koefisien reliabilitas Spearman Brown sebesar 0 87. Keefektifan pembelajaran remedial menggunakan DSLM dalam mengeliminasi miskonsepsi kesetimbangan kimia pada siswa dengan KBI berbeda ditentukan berdasarkan hasil analisis uji-t berpasangan dan persentase pengurangan miskonsepsi siswa setelah pembelajaran remedial pada masing-masing tingkat KBI. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama 62 5% siswa kelas XII SMK berada di tingkat KBI concrete 25% siswa di tingkat low formal dan 12 5% siswa di tingkat upper formal. Kedua miskonsepsi yang teridentifikasi adalah (1) pada keadaan setimbang konsentrasi reaktan sama dengan konsentrasi produk karena laju reaksi ke arah produk sama dengan laju reaksi ke arah reaktan (2) pada keadaan setimbang reaksi berhenti karena tidak terjadi tumbukan antara molekul hal ini dapat dilihat dari tidak adanya perubahan warna lagi pada reaksi dan konsentrasi zatnya yang tetap (3) pada keadaan setimbang reaksi terus berlangsung hingga reaktan habis karena terjadi tumbukan antara molekul zat reaktan menghasilkan produk hingga semua molekul reaktan habis bereaksi (4) harga tetapan kesetimbangan (Kc) dapat berubah pada suhu yang sama (5) kenaikan suhu tidak mengubah harga Kc karena tidak menggeser keetimbangan sehingga konsentrasi produk dan reaktan tetap (6) penambahan konsentrasi reaktan pada reaksi kesetimbangan tidak akan menggeser kesetimbangan karena reaktan tidak akan bereaksi dengan produk atau reaktan pada keadaan setimbang (7) penambahan konsentrasi reaktan pada reaksi kesetimbangan menyebabkan laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan yang baru sama dengan laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan awal (8) penambahan tekanan pada suhu tetap akan menggeser kesetimbangan ke arah yang jumlah koefisien spesi gasnya lebih besar karena volume menurun dan jumlah mol berkurang (9) penambahan tekanan pada suhu tetap tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan (10) penambahan tekanan pada reaksi kesetimbangan menyebabkan laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan yang baru lebih kecil daripada laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan awal karena volume menurun sehingga konsentrasi reaktan dan produk menurun (11) penambahan tekanan pada reaksi kesetimbangan menyebabkan laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan yang baru sama dengan laju reaksi maju dan balik pada kesetimbangan awal karena penambahan tekanan tidak mempengaruhi laju reaksi. Ketiga Rata-rata eliminasi miskonsepsi yang terjadi setelah pemberian pembelajaran remedial menggunakan DSLM pada tingkat KBI concrete low formal dan upper formal secara berturut-turut adalaha 44 9% 83 3% dan 100%. Pembelajaran remedial dengan menggunakan DSLM terbukti efektif dalam memperbaiki miskonsepsi pada materi kesetimbangan kimia dilihat dari hasil uji-t berpasangan pada nilai pretes dan postes memiliki signifikansi sebesar 0 00 dan rata-rata pengurangan miskonsepsi setelah pembelajaran remedial dengan DSLM sebesar 55 2% dari seluruh siswa.