Tesis
Tingkatan berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan efikasi diri / Baiq Dwi Rasfani
Abstrak
Efikasi diri yang dimiliki siswa mempengaruhi berpikir siswa dalam mengambil langkah untuk memecahkan masalah. Efikasi diri yang tinggi akan mendorong siswa memilih dan merencanakan strategi yang tepat dalam memecahkan masalah. Pemecahan masalah merupakan cara yang tepat dalam pembelajaran untuk membiasakan siswa berpikir. Berpikir dimaksudkan sebagai proses kognitif berdasarkan taksonomi Bloom revisi yang meliputi tingkat berpikir dari C1-C5 yaitu mengingat memahami menerapkan menganalisis dan mengevaluasi. Tingkat berpikir siswa dalam memecahkan masalah dapat dilihat berdasarkan langkah-langkah penyelesaian masalah berdasarkan Polya yaitu memahami masalah merencanakan penyelesaian melaksanakan rencana serta melakukan pengecekan kembali. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkatan berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan efikasi diri. Subjek penelitian berjumlah 6 subjek dari 35 siswa kelas VI SDN Kepatihan 2 Tulungagung dengan tingkat efikasi diri tinggi sedang dan rendah. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan instrumen angket penilaian Morgan Jinks Student Self-Efficacy Scale. Subjek yang terpilih dianalisis tingkatan berpikirnya dengan menggunakan instrumen tes pemecahan masalah ditinjau dari level taksonomi Bloom dan pedoman wawancara yang sudah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek S5 dan S11 dengan efikasi diri tinggi memiliki tingkatan berpikir sampai pada 5 tingkatan Taksonomi Bloom hal ini dibuktikan dari siswa mampu memecahkan soal cerita pada semua tingkatan yang diberikan secara terurut dengan benar. Adapun dalam memecahkan masalah S5 dan S11 memenuhi seluruh indikator memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Polya. Selanjutnya subjek S14 dan S17 dengan efikasi diri sedang mampu memecahkan masalah pada tingkatan berpikir 1 dan 2 dengan benar sedangkan belum mampu memecahkan soal level 3 dan 4 dengan benar namun mampu memecahkan soal pada tingkatan C5 (mengevaluasi) dengan benar. Adapun dalam memecahkan masalah siswa dengan efikasi diri sedang mampu memecahkan masalah menggunakan tahapan Polya namun salah pada tahap melaksanakan rencana pada soal nomor 3 dan 4. Sementara untuk subjek S7 dan S8 dengan efikasi diri rendah belum mampu memecahkan masalah matematika yang diberikan dari soal tingkatan satu (C1) sampai tingkatan lima (C5) secara terurut dengan benar dan belum memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah. Namun subjek S7 hanya mampu melakukan langkah memahami masalah pada soal nomor satu. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki efikasi diri tinggi memiliki tingkatan berpikir yang lebih tinggi dalam memecahkan masalah begitupun sebaliknya.