Skripsi
Analisis pemahaman konsep kimia, representasi kimia, dan kompetensi representasi dalam materi kesetimbangan kimia pasca pembelajaran lingkar belajar representasi / Furqona Khairunnisa Zuhri
Abstrak
Konsep-konsep dalam ilmu kimia yang bersifat abstrak menjadi salah satu faktor mengapa peserta didik cenderung kesulitan dalam memahami ilmu kimia. Penguasaan 3 level representasi merupakan kunci untuk membantu peserta didik dalam pemahaman konsep kimia representasi kimia dan kompetensi representasi terutama representasi level submikroskopik yang cenderung terabaikan pada pembelajaran di sekolah. Cara penyampaian materi dalam proses pembelajaran juga menjadi faktor lain peserta didik dalam memahami suatu materi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran lingkar belajar representasi dalam memahami konsep kimia representasi kimia dan kompetensi representasi khususnya pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian yang melibatkan 72 peserta didik SMAN 9 Malang yang terdiri dari 36 peserta didik kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran lingkar belajar representasi dan 36 peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan desain non equivalent control group design.. Teknik yang digunakan untuk mengolah data pada penelitian ini adalah teknik analisis statistik yaitu uji prasyarat yang berupa uji normalitas dan uji homogenitas dan analisis inferensial (analisis uji t). Data yang digunakan untuk pengolahan data berupa hasil dari pretest dan posttest yang telah dilakukan oleh peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran lingkar belajar representasi dikatakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil signifikasi perhitungan uji-t dengan taraf signifikasi 0 05 yang memiliki 2 kategori berbeda. Kategori pertama yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman/kemampuan awal peserta didik sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen. Sedangkan kategori kedua yaitu setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen menghasilkan perbedaan terhadap pemahaman/kemampuan awal antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.