Skripsi
Analisis penjadwalan perawatan mesin dengan metode repair, preventive, dan performance maintenance di divisi produksi PT Boma Bisma Indra, Pasuruan / Eunike Sintia
Abstrak
Sintia Eunike. 2022. Analisis Penjadwalan Perawatan Mesin Dengan Metode Repair Preventive Dan Performance Maintenance Di Divisi Produksi PT Boma Bisma Indra Pasuruan. Skripsi Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aisyah Larasati S.T. M.T. MIM. Ph.D (II) Vertic Eridani Budi Darmawan S.T. M.Sc Kata Kunci Perawatan Mesin Repair Maintenance Preventive Maintenance Performance Maintenance PT Boma Bisma Indra Pasuruan merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor industri prasarana dan berbagai sistem transportasi. Pada proses produksinya dari material datang hingga produk jadi adalah menggunakan mesin. Penggunaan mesin pada proses produksi tersebut tidak terhindar dari adanya kerusakan. Sistem perawatan mesin yang dilakukan perusahaan belum bisa mengantisipasi terhadap kerusakan sehingga biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mesin tidak dapat diprediksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan penjadwalan perawatan dan kerusakan mesin menganalisis penjadwalan untuk perawatan mesin serta memberikan rekomendasi metode optimal kepada perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kebijakan repair preventive dan performance maintenance. Hasil yang diperoleh dari metode tersebut adalah periode penjadwalan dan estimasi biaya perawatan mesin. Sumber data pada penelitian ini ada 2 yakni primer dan sekunder. Data primer didapatkan dengan metode survei dan wawancara teknisi dan koordinator Divisi produksi. Sedangkan sekunder didapatkan langsung dari Divisi Maintenance. Berdasarkan hasil perhitungan 3 metode metode preventive maintenance mempunyai periode penjadwalan lebih pendek dan estimasi biaya paling minimum dibandingkan dengan repair dan performance maintenance. Dan preventive maintenance dapat menurunkan biaya perawatan 10-50% dari biaya repair dan performance maintenance. Selain itu rata-rata tingkat Availability yang dihasilkan pada 20 mesin adalah 98% lebih besar 2% dibandingkan dengan repair dan performance maintenance yakni 96%. Artinya ketersediaan mesin dalam kondisi baik. Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini yaitu dengan adanya perawatan mesin secara rutin dan estimasi biaya yang minimum sesuai dengan kebijakan preventive maintenance maka langkah untuk mempertahankan persentase availability mesin dengan rata-rata 98% juga akan semakin baik. Dengan estimasi biaya minimum realisasi perawatan dan perbaikan mesin akan semakin meningkat. Dan saran yang dapat diberikan ke perusahaan yaitu perusahaan dapat mempertimbangkan metode preventive maintenance dalam kebijakan perawatan mesin. Monitoring dan evaluasi terkait kebijakan baru dapat dilakukan secara berkala sehingga continuous improvement tetap selalu hadir dalam setiap pekerjaan.