Tesis
Pengembangan model blended learning pada pelajaran PPKN dalam materi bela negara di SMA Negeri 3 Kota Malang / Ghemilang Alam Khinaris Fithro Muslimimani
Abstrak
Inovasi pembelajaran dalam bidang Pendidikan sangat diperlukan guna untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Era perkembangan teknologi dan informasi seperti saat ini mendorong para pendidik untuk senantiasa memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Terobosan seperti ini menjamin pembelajaran bisa dilaksanakan secara jarak jauh. Hal ini juga terjadi di SMA Negeri 3 Kota Malang dimana pembelajaran secara face to face dan jarak jauh dilaksanakan secara bersamaan. Pembelajaran seperti ini dirasa cocok dengan semboyan dari SMA Negeri 3 Kota Malang yakni Bhaktya-Widhagda-Karya-Sudhira yang berarti menumbuhkan penghayatan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan budaya bangsa yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dimana pada kondisi pandemic yang serba terbatas ini pembelajaran dengan perpaduan antara face to face dan jarak jauh menjadi alternatif pembelajaran yang berguna untuk terus menyelaraskan antara tujuan pembelajaran di SMA Negeri 3 Kota Malang dengan pelaksanaan pembelajaran agar terus dalam koridor yang sesuai. Model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara merupakan suatu model pembelajaran untuk menguatkan kesadaran peserta didik dalam mewujudkan warga negara yang cinta terhadap bangsa dan tanah air (nasionalisme) sehingga tercipta warganegara yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warganegara yang dilaksanakan secara face to face dan jarak jauh. Model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara dilaksanakan dengan mode hybrid yakni dilaksanakan dengan cara online dan ofline. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara antara lain adalah model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara dan disertai dengan buku panduan pelaksanaan model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara. Model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara yang telah dikembangkan ini menggunakan metode pengembangan 4-D dari Trianggarajan yang memiliki empat tahap yakni (1) define (pendefinisian) (design) perencanaan (3) develop (pengembangan) dan (4) disseminate (penyebarluasan). Model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara yang dikembangkan dinyatakan memenuhi kelayakan sebagai model pembelajaran melalui tahapan validitas efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran yang telah dilakukan. Uji validasi dilakukan kepada empat validator ahli yakni antara lain (1) ahli desain (2) ahli Bahasa (3) ahli materi dan (4) validator model pembelajaran. Hasil dari uji kevalidan model pembelajaran blended learning dalam Materi bela negara ini mendapatkan nilai sebesar 89.375 dan masuk dalam kategori sangat valid. Selanjutnya dalam uji keefektifan yang berdasarkan nilai hasil belajar mendapatkan nilai rata-rata sebesar 79.64 dan masuk dalam kategori sangat baik. selanjutnya juga dilaksankan uji kepraktisan yang berdasarkan angket respon guru yang telah diisi guru. Hasil dari uji tersebut ditemukan nilai sebesar 86.11 dan masuk dalam kategori sangat praktis. Selanjutnya dilakukan uji pre-test dan post test kepada peserta didik diperoleh hasil sebesar 69.71 pada saat pre-test dan 79.64 pada saat post test yang berarti bahwa nilai siswa meningkat setelah diterapkannya model pembelajran yang dikembangkan. Sedangkan untuk uji coba kelompok kecil yang laksanakan dengan cara memberikan angket respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran blended learning dalam materi bela negara mendapatkan hasil sebesar 84.37. dan masuk dalam kategori sangat baik. Uji coba kelompok besar yang dilakukan kepada 70 siswa mendapatkan nilai sebesar 76.76 dan masuk dalam kategori sangat baik.