Skripsi
Hubungan resiliensi dengan keterikatan kerja selama pandemi covid-19 pada ibu tunggal di Kota Batam / Sinta
Abstrak
Penelitian ini penting dilakukan untuk menjadi perhatian ibu tunggal pekerja agar mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi sehingga produktivitas perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan korelasional bertujuan untuk mengetahui 1) tingkat keterikatan kerja 2) tingkat resiliensi dan 3) hubungan resiliensi dengan keterikatan kerja selama pandemi Covid-19 pada ibu tunggal di Kota Batam. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu tunggal yang bekerja di Kota Batam dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 100 ibu tunggal. Tingkat resiliensi diukur menggunakan Resilience at Work (RAW) Scale milik Winwood Colon dan McEwen (2013) berjumlah 11 aitem yang dikembangkan oleh Kusumaputri dan Riyanti (2018) dengan nilai reliabilitas sebesar 0 804. Sedangkan tingkat keterikatan kerja diukur menggunakan Utretch Work Engagement Scale 17 (UWES-17) yang diadaptasi oleh Nasier (2021) dengan jumlah 17 aitem dan nilai reliabilitas sebesar 0 667. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Rank Spearman dikarenakan dalam uji asumsi data variabel X berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi yang tinggi tingkat keterikatan yang tinggi dan koefisien korelasi sebesar 0 861 artinya ada hubungan positif antara resiliensi dengan keterikatan kerja semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi pula keterikatan kerja pada ibu tunggal yang bekerja di Kota Batam. Meningkatkan resiliensi merupakan hal yang penting karena dapat mengembangkan keterampilan hidup dalam menghadapi tantangan pandemi termasuk ketika bekerja sehingga keterikatan kerja meningkat diharapkan ibu tunggal mampu untuk mempertahankan tingkat resiliensi yang sudah tinggi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan keterikatan kerja pada ibu tunggal.