Skripsi
Pengembangan bahan ajar buku saku situs biting (busiti) pada materi pelajaran hindu-budha siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Tempeh / Novita Arumsari Waniarsih
Abstrak
Produk buku saku Situs Biting (BUSITI) dikembangkan oleh peneliti atas dasar kebutuhan siswa di SMAN 1 Tempeh. Terdapat kegiatan karyawisata setiap tahunnya yaitu mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang. Namun dalam kegiatan ini belum adanya buku panduan sehingga kegiatan menjadi kurang efektif kemudian pada tahun 2019 kegiatan ini ditiadakan lagi disebabkan karena adanya kebijakan baru dari kepala sekolah yang baru yang tidak memperbolehkan kegiatan tersebut dilaksanakan dan juga disebabkan karena sulitnya perijinan dari pihak pengelola sekolah. Oleh karena itu dari pihak guru mengharapkan bahwa adanya solusi berupa bahan ajar agar siswa tetap mengetahui dan memahami dari sejarah Situs Biting meskipun tidak langsung survey ke tempatnya secara langsung. Terdapat permasalahan berikutnya yaitu bahwa dalam proses pembelajaran di kelas seringkali hanya menggunakan buku paket saja dalam proses pembelajarannya sehingga siswa cenderung akan bosan dalam mempelajari pelajaran sejarah yang sedang berlangsung. Kemudian adanya kesulitan guru dalam mengembangkan media atau bahan ajar selama proses pembelajaran seringkali guru hanya menggunakan media PPT saja dalam mengajar. Disini dengan dikembangkannya bahan ajar buku saku Situs Biting (BUSITI) diharapkan mampu dimanfaatkan didalam proses pembelajaran baik itu didalam kelas maupun diluar kelas. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan produk buku saku Situs Biting (BUSITI) untuk siswa kelas X di SMAN 1 Tempeh dengan mengacu pada K.D 3.6 yaitu Menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat pemerintahan dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini dan kelayakannya sebagai bahan ajar sejarah. Proses pengembangan produk bahan ajar buku saku ini menggunakan model penelitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2017). Prosedur penelitian pengembangan buku saku ini terdiri dari (1) Potensi dan masalah (2) Pengumpulan data (3) Desain produk (4) Validasi desain (5) Revisi desain (6) Uji coba produk (7) Revisi produk (8) Uji coba pemakaian (9) Revisi produk (10) Produksi Massal. Namun peneliti tidak menggunakan semua langkah-langkah menurut Sugiono dan sampai pada tahap ke lima yaitu revisi desain hal ini disebabkan karena adanya musibah yang menimpa hampir seluruh dunia yaitu virus covid-19 (virus korona). Berikut tahapan yang dilakukan oleh peneliti yaitu (1) Potensi dan masalah (2) Pengumpulan data (3) Desain produk (4) Validasi desain (5) Revisi desain. Istrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi yang diisi oleh ahli validator. Ahli validator materi yaitu bapak Dr. Blasius Suprapta M.Hum dan ahli validator media yakni bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd. M.Pd. Berdasarkan hasil validasi ahli materi buku saku Situs Biting (BUSITI) mendapatkan persentase sebesar 95 5%. Sementara itu hasil validasi ahli media bahan ajar buku saku Situs Biting (BUSITI) mendapatkan persentase sebesar 91 2%. Jadi dapat disimpulkan bahwa produk buku saku Situs Biting (BUSITI) yang dikembangkan ini layak digunakan sebagai bahan ajar sejarah sampai pada tahap validasi ahli. Hal ini karena peneliti tidak melakukan uji coba di sekolah sesuai prosedur karena adanya situasi pandemi covid-19. Adapun saran pemanfaatan buku saku Situs Biting (BUSITI) ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah terkait serta untuk penyebarannya dapat digunakan oleh lembaga atau sekolah lainnya dengan memperhatikan kebutuhan fasilitas dan kurikulum yang digunakan.