Tesis
Kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membentuk budaya religius (studi multi situs MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma’arif Garum di Kabupaten Blitar ) / Rifqi Ilma Fararisti
Abstrak
RINGKASAN Fararisti Rifqi Ilma. 2022. Kepemimpinan Spiritual Kepala Sekolah dalam Membentuk Budaya Religius (Studi Multi Situs di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum di Kabupaten Blitar). Tesis. Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd. (2) Dr. Ahmad Yusuf Sobri S.Sos M.Pd. Kata kunci kepala sekolah kepemimpinan spiritual budaya religius Sebagai seorang pemimpin kepala sekolah harus memiliki kepribadian yang luhur menjadi teladan dan panutan dalam bersikap dan berperilaku di sekolah serta menjauhi perilaku-perilaku yang buruk dan menyimpang. Kepemimpinan spiritual merupakan kepemimpinan yang sempurna karena menggabungkan antara sifat dan etika yang baik dari pemimpin. Kepemimpinan spiritual kepala sekolah sebagai upaya dalam menanamkan nilai-nilai spiritual di sekolah baik untuk guru karyawan maupun peserta didik agar secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri kepribadian kecerdasan dan akhlak mulia. Penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah dapat meningkatkan spiritualitas warga sekolah dan membentuk budaya sekolah yang religius. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum (2) Mendeskripsiskan proses penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membentuk budaya religius di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum (3) Mendeskripsiskan hasil penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membentuk budaya religius di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi situs. Latar pada penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum. Pada penelitian ini peneliti memilih kepala sekolah yang ada di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum sebagai informan kunci. Informan lain seperti wakil kepala sekolah dan guru dipilih peneliti sebagai informan yang dapat melengkapi data penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data individu yang mencakup kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan dan juga analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan (1) Karakteristik kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum dalam membentuk budaya religius terdapat nilai-nilai diri nilai terhadap sesama dan nilai-nilai agama seperti jujur beriman semangat amal shaleh memotivasi teladan dan berkomitmen. (2) Proses penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum dalam membentuk budaya religius terdiri dari proses internalisasi nilai-nilai spiritual dengan cara pemberian keteladanan dan motivasi spiritual dan tahap pembentukan budaya religius dilakukan dengan tahap perencanaan yang meliputi a) mengadakan rapat musyawarah bersama b) menentukan program religius c) menentukan penanggung jawab kegiatan d) penyusunan dokumen kegiatan e) pengajuan program ke pihak yayasan untuk di sahkan. Selanjutnya terdapat tahap pelaksanaan dengan cara pemberian keteladanan dan kegiatan pembiasaan di sekolah. (3) Hasil kepemimpinan spiritual kepala sekolah di MI Plus Al-Azhar Bening dan SDI Ma rsquo arif Garum dalam membentuk budaya religius meliputi peran kepala sekolah sebagai pemimpin membuahkan hasil positif terhadap peningkatan kualitas keagamaan dan peningkatan kinerja guru dan kepala sekolah. Sebagai motivator dapat meningkatkan kesadaran siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan religius di sekolah. Sebagai teladan menjadikan siswa berakhlak baik di sekolah. Sebagai pengembang kegiatan yaitu menjadikan siswa berperilaku religius setiap saat dan berbudaya religius dengan baik di sekolah. Penelitian ini disarankan kepada (1) Kepala sekolah disarankan bisa menjadi acuan dalam penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah. karakteristik kepemimpinan spiritual dalam penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur bagi kepala sekolah demi tercapainya visi misi sekolah. (2) Guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk selalu mendukung kebijakan dan program-program kepala sekolah khususnya program kegiatan religius di sekolah agar dapat meningkatkan kualitas keagamaan siswa. (3) Mahasiswa manajemen pendidikan dan peneliti lanjutan disarankan penelitian ini dapat dijadikan acuan penelitian untuk mengembangkan topik penelitian yang sejenis.