Skripsi
Menilai kinerja keuangan perusahaan pada sektor agrikultur / Muhammad El-barony Haidar Aziz
Abstrak
Aset biologis adalah aset bertumbuh yang dimiliki oleh perusahaan dan dapat memberikan manfaatekonomi di masa mendatang. Di Indonesia aset biologis dicatat dan diakui berdasarkan PSAK 69 mulai tahun2018. PSAK 69 meminta aset biologis diukur dengan metode fair value yang sebelumnya diukur denganhistorical cost. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan PSAK 69 tentang aset biologisterhadap kinerja keuangan. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui dampak pelaporan lingkungan padakinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan perusahaan sektor agrikultur yangterdaftar pada Bursa Efek Indonesia sebagai sampelnya. Data penelitian bersumber dari laporan keuanganperusahaan tahun 2015-2020. Data tentang pelaporan lingkungan diambil dari peringkat PROPER. Data diolahdengan menggunakan analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahanpengukuran pada aset biologis berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan. Pelaporan lingkunganmenggunakan peringkat PROPER tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini dapatdijadikan dasar pengambilan keputusan bagi manajemen untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan sertameningkatkan pelaporan lingkungan