Tesis
Pengembangan model pembelajaran controversial public issues untuk meningkatkan kemampuan critical democracy pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan di Universitas Negeri Malang / Ayu Jelita Ningrum
Abstrak
ABSTRAKNingrum Ayu Jelita. 2022. Pengembangan Model Pembelajaran ControversialPublic Issues untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Democracy PadaMata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Malang.Tesis. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. ProgramPascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. SukoWiyono S.H M.Hum. (2) Dr. Didik Sukriono S.H M.Hum.Kata Kunci Controversial Public Issues critical democracy PendidikanKewarganegaraan.Pengembangan model pembelajaran Controversial Public Issues bertujuanuntuk meningkatkan kemampuan critical democracy dengan pendekatan diskusiberbasis dialog mendalam atau deep dialogue. Sintaks model pembelajaranControversial Public Issues disusun untuk dapat membantu mahasiswa dalammengembangkan kemampuan berdiskusi antar mahasiswa atau kelompok dalamrangka bertukar gagasan informasi dan pandangannya mengenai isu kontroversial.Model pembelajaran Controversial Public Issues terdiri dari 4 (empat) langkah-langkah yaitu (1) tahap controversial group (2) tahap exploring (3) tahap deepdialogue dan 4) tahap clarification. Teknologi pendukung pelaksanaan modelpembelajaran Controversial Public Issues yaitu google meet google whatsapp powerpoint laptop dan smartphone. Sintaks dan penggunaan teknologi dijelaskanlebih rinci dalam buku panduan pelaksanaan model pembelajaran ControversialPublic Issues.Metode penelitian pengembangan atau yang biasa disebut dengan research anddevelopment melalui prosedur ADDIE. Prosedur ADDIE yang terdiri dari tahapanalysis design development implementation dan evaluation. Uji coba modelpembelajaran Controversial Public Issues dilakukan untuk memperoleh datavalidasi kepraktisan dan keefektivan dari sintaks yang telah dikembangkan.Berdasarkan uji validasi yang diperoleh dari validator ahli model pembelajaran ahliperangkat pembelajaran dan ahli materi. Hasil uji validasi secara keseluruhanmemperoleh skor sebesar 92% sehingga model pembelajaran Controversial PublicIssues termasuk dalam kategori sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Hasiluji kepraktisan diperoleh dari angket respon dosen pengampu mata kuliah danmahasiswa offering A20 dan A22. Berdasarkan hasil uji coba kepraktisan respondosen pengampu diperoleh data bahwa model pembelajaran Controversial PublicIssues yang diterapkan memperoleh presentase sebesar 82% dengan kategori sangatlayak dan praktis untuk digunakan tanpa revisi. Hasil uji coba kepraktisan padamahasiswa juga mencapai presentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik danpraktis untuk digunakan tanpa revisi. Hasil uji efektivitas dengan menggunakan ujin-gain diperoleh rata-rata nilai sebesar 0 5769 dengan rincian 0 3 gt 0 5769 gt 0 7.Berdasarkan data kuantitatif tersebut memperlihatkan bahwa model pembelajaranControversial Public Issues termasuk dalam kategori sedang sehingga efektif dalammeningkatkan kemampuan critical democracy mahasiswa melalui mata kuliahPendidikan Kewarganegaraan