Skripsi
Kritik sosial dalam antologi puisi pahlawan dan tikus karya Mustofa Bisri / Lailatur Rakhmawati
Abstrak
ABSTRAK Rakhmawati Lailatur. 2022. Kritik Sosial dalam Antologi Puisi Karya Mustofa Bisri Tijnauan Sosiologi Sastra. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Taufik Dermawan M.Hum. Kata kunci kritik sosial landasan nilai sosiologi sastra. Kritik sosial merupakan tanggapan atau sindirian terhadap ketidaksesuaian suatu keadaan dalam proses sosial. Penelitian ini mengkaji kritik sosial yang terdapat pada buku antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri. Tujuan penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu (1) pokok permasalahan kritik (2) sasaran kritik (3) landasan nilai kritik. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan larik dan bait dalam puisi. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka baca dan catat. Analisis data dilakukan secara vertikal dan horizontal interpretasi data dilakukan dengan memanfaatkan pelacakan dokumen media massa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua puluh lima puisi yang memiliki muatan kritik sosial berupa kritik terhadap tindak korupsi meliputi mengambil hak orang lain tanpa izin membuat pernyataan palsu menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan suap menyuap. Tindak kejahatan meliputi penganiayaan dan pembunuhan. Ketimpangan sosial berupa ketidak adilan hukum. Sasaran kritik ditujukan kepada penguasa dan masyarakat. Landasan nilai kritik berupa agama dan sosial budaya. Pokok permasalahan kritik dalam antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri membahas mengenai permasalahan sosial meliputi (a) korupsi (b) kejahatan (c) ketimpangan. Ketiga hal tersebut masih kerap terjadi di masa Orde Baru hingga masa kini. Permasalahan mengenai korupsi meliputi tindakan suap menyuap pengambilan hak orang lain tanpa izin menyalahgunakan kekuasaan dan membuat pernyataan palsu. Tindakan kejahatan meliputi penganiayaan pembunuhan. Ketimpangan berupa tindakan ketidakadilan hukum. Keseluruhan tindakan tersebut masih kerap terjadi karena perbuatan seseorang yang yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan kepentingan pribadi. Seperti halnya tindakan korupsi kolusi nepotisme pada masa pemerintahan Orde Baru. Dengan adanya kedudukan yang dimiliki membuat orang tersebut merasa memiliki kesempatan dan adanya sifat keserakahan membuat orang tersebut melakukan tindakan sesuai keinginannya bahkan hukum pun mampu dikendalikan olehnya. Sehingga antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri dapat diklasifikasikan sebagai dokumen rekam jejak dan cerminan zaman. Sasaran kritik dalam antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri ditujukan kepada dua pihak yaitu (a) penguasa (b) masyarakat. Penguasa merupakan seseorang yang memiliki kedudukan yang mampu memimpin serta menyelenggarakan apapun yang ia kehendaki. Sehingga banyak kritik yang ditujukan kepada pemerintah karena permasalahan yang dikritik meliputi korupsi kejahatan dan pembunuhan di mana ketiga hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki kedudukan. Kritik yang ditujukan kepada masyarakat umum terdapat pada larik dan bait yang menggambarkan manusia yang saling tikam dan tidak menjalin interaksi dengan baik karena semestinya masyarakat harus hidup bersama bersatu dan saling berdampingan dalam waktu yang lama. Dengan demikian kritik yang terdapat pada antologi puisi Pahlawan dan Tikus dapat dijadikan sebagai alternatif aspek estetis untuk menyesuaikan diri serta melakukan perubahan dalam suatu masyarakat. Terdapat dua Landasan nilai kritik pada antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri yaitu (a) agama meliputi keimanan ketakwaan (b) budaya moral. Pengarang dalam menciptakan puisi tidak berangkat dari kekosongan oleh karena itu terdapat landasan nilai kritik yang terkandung dalam antologi puisi yang berfungsi sebagai nilai didaktis ketika sampai pada pembaca. Landasan nilai kritik keagamaan berupa keimanan dan ketaqwaan tergambar pada larik dan bait yang membahas hubungan manusia dengan Tuhan dengan cara menjalankan perintahNya dan memelihara diri dari laranganNya manusia harus bisa percaya dan pasrah kepada kehendak Tuhan. Selain itu agama juga erat kaitanya untuk mengontrol tindakan manusia agar tidak menyalahi aturan dalam bersosial. Landasan nilai budaya berupa moral tergambar pada bait dan larik yang menunjukkan adanya tindakan membunuh menganiaya serta korupsi. Keseluruhan tindakan tersebut merupakan tindakan yang menyalahi moral manusia. Sehingga landasan nilai dalam antologi puisi Pahlawan dan Tikus karya Mustofa Bisri berperan sebagai kontrol sosial dan mengajarkan cara bertingkah laku dengan sesama makhluk maupun dengan Tuhan serta menjadi pengingat manusia melalui nilai agama yang terkandung di dalamnya. Dari penelitian ini dapat diketahui beberapa alasan yang melatarbelakangi munculnya kritik sosial dalam masyarakat yaitu Kesempatan kerakusan dan kekuasaan. Pengarang menggambarkan kritik sosial melalui larik dan bait pada puisi. Secara tersirat pengarang ingin menyampaikan bahwa karya sastra puisi dapat dijadikan sebagai cerminan zaman.