Tesis
Penerapan pembelajaran tatap muka terbatas di kelas rendah SDN Bandulan 1 Kota Malang di masa pandemi / Ulfi Aries Muzibah
Abstrak
Pendidikan di Indonesia pada masa new normal ini cukup berbeda dengan pada saat awal masa pandemi. Dengan banyak masukan dan pertimbangan dari banyak sisi pemerintah memberikan kebijakan baru untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada daerah yang terdapat pada PPKM level 1-3. Hal tersebut dilakukan pemerintah agar pendidikan di masa pandemi ini dapat lebih baik lagi. Salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas ini adalah SDN Bandulan 1 kota Malang yang daerahnya berada pada level 3 PPKM. Dalam penerapan pembelajaran tatap muka terbatas pemerintah memiliki beberapa prosedur yang harus di penuhi diantaranya adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat menjaga jarak 1 5 meter tidak bersentuhan fisik siswa yang berada di kelas maksimal 18 siswa dengan menjaga jarak minimal 1 5 meter serta jam pembelajaran dan jumlah hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift). Terdapat dua pembelajaran yang dilakukan pada pembelajaran tatap muka terbatas ini adalah pembelajaran tatap muka dan daring agar dapat memenuhi peraturan pemerintah untuk pembelajaran tatap muka hanya 50% di kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan pembelajaran tatap muka terbatas medeskripsikan masalah yang muncul dalam pembelajaran mendeskripsikan dampak pembelajaran tatap muka terbatas dari segi adaptasi oleh guru serta mendeskripsikan dampak pembelajaran tatap muka terbatas dari segi hasil pembelajaran yang dicapai oleh siswa baik dalam hal penguasaan kemampuan kognitif afektif dan psikomotor. Metode penelitian yang dimanfaatkan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini memilih 3 guru kelas rendah dan semua siswa kelas rendah sebagai subjek penelitian untuk mendapat data dengan teknik pengumpulan data triangulasi seperti observasi wawancara angket serta dokumentasi. Instrumen penelitian yang dimanfaatkan pada penelitian ini yaitu pedoman wawancara angket pedoman observasi serta dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan alur analisis data interaktif Miles dan Huberman serta analisis deskriptif presentase. Hasil dari penelitian ini yaitu Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SD ini mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terutama tentang protokol kesehatan yang harus dijalankan dengan ketat. Pembelajaran yang dilakukan pada saat daring dan tatap muka juga telah direncanakan dilaksanakan dan dievaluasi dengan baik sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif. Terdapat beberapa masalah yang muncul saat pembelajaran PTMT diantaranya yaitu perbedaan kemampuan siswa sarana dan prasarana yang kurang memadahi jam pembelajaran yang terbatas serta kedisiplinan siswa saat pembelajaran daring. Namun guru dapat mengatasi masalah yang ada dengan baik. Peralihan pembelajaran dari pembelajaran jarak jauh menjadi pembelajaran PTMT membawa dampak negatif bagi guru dan siswa. Dampak dari adaptasi pembelajaran PTMT yaitu mengarah pada waktu pembelajaran dan aktifitas pembelajaran yang dilakukan siswa sedangkan dampak yang muncul pada siswa yaitu pada hasil belajar siswa kemampuan kognitif dan psikomotor siswa cenderung menurun namun hasil pembelajaran afektif siswa cenderung meningkat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua warga sekolah harus mematuhi prosedur pelaksanaan pembelajaran PTMT agar semua warga sekolah dapat melaksanakan pembelajaran dalam keadaan sehat. Dalam proses pembelajaran PTMT guru telah melakukan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajarn dengan baik. Masalah yang ada telah diselesaikan guru dengan baik. Terdapat dampak yang positif dan negatif dari adaptasi guru dan siswa dengan pembelajaran PTMT sehingga diharapkan guru dapat lebih merencanakan pembelajaran PTMT lebih terkonsep lagi agar dapat mengatasi masalah yang ada.