Tesis
Identifikasi miskonsepsi gaya antarmolekul pada siswa dengan keterampilan berpikir ilmiah berbeda dan upaya perbaikannya menggunakan teks perubahan konsep / Dwi Miftakhul Ma\'rufah
Abstrak
Gaya Antarmolekul adalah salah satu topik dalam pelajaran kimia di SMA dan MA yang mencakup banyak konsep abstrak serta melibatkan representasi makroskopis mikroskopis dan simbolis sehingga cenderung menimbulkan kesulitan bagi siswa yang mempelajarinya. Kesulitan tersebut dapat menimbulkan kesalahan pemahaman yang berujung pada miskonsepsi apabila berlangsung secara konsisten. Laporan penelitian menunjukkan bahwa potensi terjadinya miskonsepsi memiliki hubungan yang berkebalikan dengan kemampuan berpikir ilmiah (KBI) siswa. Artinya semakin meningkat KBI siswa semakin sedikit miskonsepsi yang cenderung terjadi. Penelitian-penelitian sebelumnya melaporkan adanya kecenderungan bahwa siswa mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan berpikir mereka. Oleh karena itu mungkin banyaknya miskonsepsi yang terjadi pada materi gaya antarmolekul disebabkan oleh rendahnya KBI siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perkembangan KBI siswa (2) mengetahui kemudahan eliminasi miskonsepsi pada siswa dengan KBI yang berbeda dan (3) mengetahui efektifitas teks perubahan konsep dalam mengeliminasi miskonsepsi gaya antarmolekul. Penelitian ini menggunakan model one group pretest-post test design dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA program IPA tahun ajaran 2019/2020 yang berasal dari SMA Negeri 1 Kedungpring (32 siswa) dan SMA Persatuan Kedungpring (69 siswa). Data penelitian adalah KBI siswa dan miskonsepsi siswa pada materi gaya antarmolekul. KBI siswa diukur dengan instrumen the Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR) edisi revisi tahun 2000 yang dikembangkan oleh Lawson dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tes terjemahan tersebut memiliki koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20 sebesar 0 76. Identifikasi miskonsepsi menggunakan tes pilihan ganda two-tier materi Gaya Antarmolekul yang terdiri dari 10 item dengan validitas isi sebesar 95 0% dan koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus Split Half sebesar 0 80. Kemudahan eliminasi miskonsepsi diidentifikasi berdasarkan penurunan jumlah miskonsepsi yang terjadi. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama 89 1% siswa kelas XI SMA berada di tingkat KBI concrete dan 10 9% siswa di tingkat low formal. Kedua siswa dengan tingkat KBI yang lebih tinggi cenderung lebih mudah mengeliminasi miskonsepsi yang terjadi. Ketiga Teks Perubahan Konsep dapat digunakan untuk memperbaiki miskonsepsi yang terjadi pada siswa.