Tesis
Pemberdayaan guru terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri melalui efikasi diri dan praktik reflektif di Sekolah Dasar / Nora Dhiansa Ayu Nadhiroh
Abstrak
Guru sekolah dasar hendaknya memiliki kompetensi yang harus diimbangi dengan pengetahuan baru supaya dapat dikembangkan. Profesionalitas seorang guru tidakhanya dapat dilihat dari kecerdasannya namun dilihat dari karakter. Melalui belajar inisiatif sendiri pengalaman belajar menjadi lebih otentik dan tujuan pengembangan keprofesionalan dapat tercapai. Pengembangan keprofesionalan dapat tumbuh melalui refleksi diri. Refleksi diri dapat diimbangi dengan keyakinan dalam mengembangkan pengetahuan yang dimiliki guru. Semakin tinggi efikasi diri seorang guru maka semakin yakin dan mampu dapat meraih keberhasilan yang diinginkan. Efikasi diri dapat tumbuh jika diberdayakan. Pemberdayaan guru dalam gerakan reformasi pendidikan sangat penting untuk dilakukan. Selain itu pemberdayaan guru juga diakui sebagai bagian integral dari reformasi pendidikan. Permasalahan mengenai pemberdayaan guru dapat berpengaruh terhadap banyak hal diantaranya pengembangan keprofesioanalan efikasi diri guru serta praktik reflektif. Pemberdayaan guru dapat berpengaruh terhadap pengembangan keprofesionalan melalui inisiatif sendiri. Apabila dipraktikkan diprediksi dapat mensejahterakan guru. Hal tersebut dapat berkembang melalui bagaimana cara menumbuhkan refleksi diri yang nantinya dapat mempunyai keyakinan dalam hal kemampuan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberdayaan guru terhadap belajar professional atas inisiatif sendiri 2) mengetahui pengaruh pemberdayaan guru terhadap efikasi diri 3) mengetahui pengaruh pembeedayaan guru terhadap praktik reflektif 4) mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri 5) mengetahui pengaruh praktik reflektif terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri serta 6) mengetahui pengaruh pemberdayaan guru terhadap belajar inisiatif sendiri melalui efikasi diri dan praktik reflektif. Penelitian ini dilaksanakan di UPASP Kecamatan Pucanglaban dengan subjek guru Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 280 guru. Dari jumlah populasi diambil 165 guru yang dijadikan sampel penelitian. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) karena untuk mengkaji urutan sebab akibat antara empat variabel. Penelitian ini menggunakan model analisis jalur (path analysis) karena antara variabel eksogen dengan variabel endogen juga terdapat mediasi yang mempengaruhi. Desain penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional survey. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner/angket. Dalam penelitian ini terdiri empat variable yaitu Pemberdayaan guru sebagai variabel eksogen belajar profesional atas inisiatif sendiri sebagai variabel yang endogen efikasi diri guru dan praktisi reflektif sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa 1) pemberdayaan guru mempunyai kontribusi terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri sebesar 69 4% 2) pemberdayaan guru mempunyai kontribusi terhadap efikasi diri sebesar 31% 3) pemberdayaan guru mempunyai kontribusi terhadap praktik reflektif sebesar 21 4% 4) Efikasi diri mempunyai kontribusi terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri sebesar 51 5% 5) Praktik Reflektif mempunyai kontribusi terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri sebesar 62 3% serta 6) pemberdayaan guru mempunyai kontribusi terhadap belajar profesional atas inisiatif sendiri melalui efikasi diri dan praktik reflektif secara signifikan sebesar 98 5%. Hal ini menunjukkan jika pemberdayaan guru mengalami peningkatan maka praktik reflektif dan efikasi diri guru juga mengalami peningkatan. Jika praktik reflektif dan efikasi diri guru mengalami peningkatan maka belajar profesional atas inisiatif sendiri turut meningkat. Dapat disimpulkan bahwa 1) pemberdayaan guru dapat mempengaruhi belajar profesional atas inisiatif sendiri secara positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 69 4% 2) pemberdayaan guru dapat mempengaruhi efikasi diri secara positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 31% 3) pemberdayaan guru dapat mempengaruhi praktik reflektif secara positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 21 4% 4) efikasi diri dapat mempengaruhi belajar profesional atas inisiatif sendiri secara positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 51 1% 5) praktik reflektif dapat mempengaruhi belajar profesional atas inisiatif sendiri secara positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 62 3% serta 6) pemberdayaan guru dapat mempengaruhi belajar profesional atas inisiatif sendiri melalui efikasi diri dan praktik reflektif secara signifikan dengan kontribusi sebesar 98 5%. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen masih dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain sehingga perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor tersebut. Metode penelitian menggunakan survey juga memiliki berbagai keterbatasan seperti kejujuran responden dan lain sebagainya sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi peneliti lain agar mengembangkan penelitian menggunakan teknik penelitian maupun metode lain yang lebih baik serta variabel yang lebih kompleks sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Saran bagi Kepala Sekolah agar meningkatkan pemberdayaan guru sehingga efikasi diri dan praktik reflektif guru dapat turut meningkat yang secara tidak langsung mempengaruhi belajar profesional atas inisiatif sendiri. Bagi Pengawas Sekolah agar mempertimbangkan pemberdayaan efikasi diri dan praktik reflektif guru dalam menyusun program pengawasan pembinaan maupun evaluasi kinerja guru terkait belajar profesional atas inisiatif sendiri. Saran bagi Dinas Pendidikan agar mempertimbangkan dan mengkaji lebih lanjut terkait pemberdayaan efikasi diri dan praktik reflektif guru sehingga terwujud belajar profesional atas inisiatif sendiri.