Skripsi
Kualitas kimia otot dada ayam broiler pada cara pemeliharaan yang berbeda / Rochmatul Istiana
Abstrak
Keberhasilan produksi ayam broiler salah satunya juga ditentukan oleh cara pemeliharaan yang baik yaitu ekstensif semi intensif dan intensif. Pemeliharaan ayam broiler umumnya dilakukan secara intensif yakni seluruh aktivitas serta kebutuhan ayam telah terpenuhi dalam kandang. Akan tetapi penggunaan kandang intensif menyebabkan ruang gerak ayam terbatas. Keterbatasan ruang gerak pada ayam dapat berpengaruh menurunnya kualitas kimia daging. Berbeda halnya dengan pemeliharaan semi intensif yang 50% aktivitas dilakukan didalam kandang dan 50% berada di wilayah jelajah sehingga ayam masih memiliki ruang gerak yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas kimia otot dada ayam broiler antara lain kadar abu kadar air kadar protein dan serat kasar dengan cara pemeliharaan yang berbeda. Metode yang dilakukan adalah memelihara Day Old Chicken (DOC) hingga berusia 3 minggu kemudian dibagi menjadi 2 kelompok pemeliharaan intensif dan semi intensif sampai ayam berusia 6 minggu. Ayam broiler yang telah berusia 6 minggu kemudian dipotong untuk diambil otot dada selanjutnya dilakukan pengujian kadar air kadar abu kadar protein dan serat kasar. Hasil penelitian bahwa perbedaan cara pemeliharaan tidak mempengaruhi kadar abu tetapi berpengaruh pada kadar air kadar protein dan serat kasar.