Disertasi
Pengembangan model penyelenggaraan sistem kredit semester di sekolah menengah atas berbasis blended learning untuk meningkatkan layanan pembelajaran / Hari Wahjono
Abstrak
Wahjono Hari 2021. Pengembangan Model Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester di Sekolah Menengah Atas Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Layanan Pembelajaran. Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd (II) Dr. Maisyaroh M.Pd dan (III) Dr. Mustiningsih M.Pd Kata kunci Model Penyelenggaraan SKS Blended Learning Layanan Pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan dan pengembangan model pembelajaran blended learning sebagai salah satu model dalam pemberian layanan terhadap peserta didik berdasarkan keberagaman potensi kebutuhan dan kecepatan belajar sesuai dengan pilihan serta minat mereka terhadap mata pelajaran. Dalam penulisannya makalah ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang menerapkan beberapa tahapan penelitian melakukan studi pustaka merencanakan memetakan kompetensi dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagai uji coba produk membuat laporan dan mendiseminasi produk. Penelitian pendahuluan melibatkan 10.566 siswa sebagai responden sedangkan untuk uji coba model blended learning 144 siswa terpilih sebagai responden melalui pemilihan acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa lebih senang belajar dari rumah secara daring dan sebagian lagi lebih senang belajar di sekolah. Fasilitas yang menunjang proses belajar secara daring sudah mencukupi. Proses pembelajaran yang diberikan guru secara daring cukup menarik dan mayoritas orangtua mendukung proses ini. Berdasarkan temuan ini dikembangkanlah model pembelajaran blended learning. Hasil uji coba model ini menunjukkan bahwasanya model pembelajaran blended learning sangat berguna dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan model pembelajaran blended learning sangat bermanfaat dan efektif dalam mendukung sistem pembelajaran daring. Model ini dapat menyediakan pelayanan optimal bagi siswa dalam belajar berdasarkan bakat minat dan kemampuan mereka. Untuk mencapai hal ini diperlukan strategi khusus dan kerjasama dari seluruh elemen sekolah. Pengembangan sistem manajemen berbasis IT sangat membantu pemantauan perkembangan peserta didik keterbukaan layanan kepada peserta didik dan meningkatkan kepedulian guru orangtua/wali dalam mengawal keberhasilan belajar. Model pembelajaran blended learning di SMA diharapkan bisa menjadi salah satu contoh model pembelajaran bagi sekolah penyelenggara Sistem Kredit Semester.