Tesis
Gaya bahasa dalam cerita pendek karya siswa MA Unggulan Nuris Jember / Tiara Nurmarinda
Abstrak
Penelitian gaya bahasa merupakan penelitian yang meninjau cara pengarang dalam menggunakan bahasa untuk menunjukkan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dalam karya sastra. Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam cerita pendek karya siswa MA Unggulan Nuris Jember dengan tiga tujuan. Pertama mendeskripsikan bentuk majas dalam cerita pendek karya siswa MA Unggulan Nuris Jember. Kedua mendeskripsikan bentuk pencitraan dalam cerita pendek karya siswa MA Unggulan Nuris Jember. Ketiga mendeskripsikan bentuk fungsi gaya bahasa dalam cerita pendek karya siswa MA Unggulan Nuris Jember. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskripsi dengan menggunakan kajian stilistika. Data dalam penelitian ini berupa kata farasa dan kalimat yang memuat gaya bahasa dalam cerpen siswa MA Unggulan Nuris Jember. Sumber data dari kumpulan cerita pendek siswa MA Unggulan Nuris Jember pada tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan teknik dokumentasi berupa kumpulan cerita pendek karya siswa. Analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu (1) reduksi data (2) display data (3) penafsiran data dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan tiga fokus penelitian terdapat majas sebanyak 12 ragam pencitraan sebanyak 4 ragam dan fungsi gaya bahasa sebanyak 4 ragam. Pertama ragam majas yang ada dalam penelitian ini yaitu majas hiperbola majas erotesis majas asonansi majas asindeton majas polisindeton majas tautologi elipsis majas personifikasi majas simile majas sarkasme majas antonomasia dan majas metafora. Majas yang mendominasi dalam cerita pendek adalah majas personifikasi dan hiperbola sedangkan majas asonansi dan antonomasia tidak mendominasi cerita. Penggunaan majas tersebut dilakukan dengan pemilihan kosakata yang senada dan bervokal a i u. Kedua Pencitraan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu pencitraan penglihatan/visual pencitraan pendengaran/audio pencitraan gerak/kinestik pencitraan rabaan dan pencitraan penciuman. Pencitraan yang mendominasi dalam cerita pendek adalah pencitraan penglihatan sedangkan pencitraan penciuman tidak mendominasi karena hanya muncul satu data saja. Selanjutnya kelima pencitraan tersebut terdapat norma-norma yang diselipkan penulis dalam bentuk watak tokoh seperti norma sosial dan norma agama. Ketiga fungsi gaya bahasa yang terdapat dalam penelitian ini diantaranya fungsi menguraikan fungsi mengaitkan afiliasi fungsi menghidupkan objek mati dan fungsi hiburan. Kemudian keseluruhan fungsi tersebut sebagai rasa bahasa ketika pembaca menggunakan atau mendengarkan karya cerita pendek siswa.