Skripsi
Analisis pengendalian kualitas produk asam sulfat menggunakan metode new seven tools dan konsep kaizen pada departemen produksi III B PT. petrokimia gresik / Fadilatul Amaliya
Abstrak
RINGKASAN Pada Departemen Produksi III B PT. Petrokimia Gresik terdapat permasalahan terkait dengan penurunan kualitas yang disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian produk Asam Sulfat terhadap spesifikasinya. Penelitian ini akan menganalisis pengendalian kualitas produk Asam Sulfat dengan Metode New Seven Tools dan Konsep Kaizen. Metode New Seven Tools pada tools Affinity Diagram dan Interrelationship Diagram digunakan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian produk terhadap spesifikasinya kemudian tools Matrix Diagram Matrix Data Analysis dan Tree Diagram digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara faktor penyebab aktivitas perbaikan dan aktivitas spesifik dalam mencapai prioritas perbaikan dan Konsep Kaizen digunakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dengan 4 narasumber yaitu Assistant Vice President Supervisor Foreman dan Pengawas Shift Asam Sulfat amp Utilitas III B. Selanjutnya teknik observasi dengan melakukan pengamatan pada tempat penelitian serta teknik dokumentasi untuk memperoleh data penunjang. Berdasarkan pengolahan data menggunakan diagram pareto diperoleh hasil persentase ketidaksesuaian produk terhadap spesifikasi parameter jenis turbidity sebesar 55 % dan kadar H2SO4 sebesar 27 %. Sehingga persentase kumulatif kedua jenis parameter tersebut mencapai 82 %. Berdasarkan prinsip pareto prioritas perbaikan permasalahan berdasarkan 80% penyebab mayoritas. Sehingga parameter jenis turbidity dan kadar H2SO4 menjadi prioritas perbaikan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil dari Metode New Seven Tools pada tools Affinity Diagram dan Interrelationship Diagram variabel penyebab ketidaksesuaian produk terhadap spesifikasi jenis turbidity dan jenis kadar H2SO4 yang terbagi atas 4 variabel yaitu man machine material dan method dengan masing-masing variabel tersebut memiliki faktor penyebab kegagalan. Kemudian pada tools Matrix Miagram Matrix Data Analysis dan Tree Diagram didapatkan faktor-faktor penyebab aktivitas perbaikan dan aktivitas spesifik yang saling terkait. Final Criteria Ranking pada ketidaksesuaian produk jenis turbidity aktivitas perbaikan adalah memperketat proses inspeksi material. Sedangkan pada ketidaksesuaian produk jenis kadar H2SO4 adalah meningkatkan penerapan SOP. Rekomendasi perbaikan berdasarkan Konsep Kaizen 5W 1H dengan prioritas pertama untuk ketidaksesuaian jenis turbidity adalah memperketat proses inspeksi material menjalankan prosedur dan mengontrol kondisi material oleh tim pengawas proses produksi. Sedangkan pada ketidaksesuaian jenis kadar H2SO4 adalah meningkatkan penerapan SOP dengan memperketat pelaksanaannya memberikan sanksi kepada pelanggar sedangkan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaanya adalah operator produksi.