Tesis
Analisis identifikasi masalah pembelajaran selama tatap muka terbatas Kelas V di SDN Pandanwangi 1 Kota Malang / Halimatu Sya’diah
Abstrak
Permasalahan yang terus muncul akibat pelaksanaan pembelajaran dari atau pembelajaran jarak jauh membuat pemerinta memberi kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran PTMT ini dilaksanakan dengan membatasi jam belajar siswa serta kegiatan siswa saat di sekolah. Semua sekolah yang ada pada level PPKM level 1-3 bisa melakukan pembelajaran ini. SDN Pandanwangi 1 kota Malang yaitu satu dari beberapa SD yang menjalankan pembelajaran PTMTini. Pelaksanaan pembelajaran PTMT ini terbilang pembelajaran baru yang dilaksanakan di SD ini sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebuah penelitian yang dapat diketahui pelaksanaan dari pembelajaran tatap muka terbatas ini. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan penerapan pembelajaran tatap muka terbatas di SDN Pandanwangi 1 Kota Malang medeskripsikan masalah apa saja yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di SDN Pandanwangi 1 Kota Malang serta Mendeskripsikan tinjak lanjut yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat penerapan pembelajaran tatap muka terbatas di SDN Pandanwangi 1 Kota Malang. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tentang identifikasi masalah pada pelaksanaan pembelajaran PTMT yang dilaksanakan di SDN Pandanwangi 1 kota Malang. Penelitian ini memilih kelas V sebagai bahan penelitian sehingga subjek yang terpilih yaitu siswa kelas V guru kelas V kepala sekolah serta orang tua kelas V. Penelitian ini mengambil data menggunakan teknik observasi wawancara angket dokumentasi dengan instrumen penelitian pedoman observasi pedoman wawancara dan lembar angket serta dokumen. Data yang didapat lalu dianalisis memanfaatkan alur analisis data Creswell serta analisis deskriptif presentase. Hasil dari penelitian ini yaitu Pelaksanaan pembelajaran PTMT dilakukan sesuai dengan prosedur serta arahan dari pemerintah. Pelaksanaan dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan serta evaluasi. Perencanaan yang dilaksanakan guru yaitu menyiapkan kurikulum memetakan KI dan KD yang akan diajarkan menganalisis kompetensi menyederhanakan materi menganalisis kebutuhan belajar siswa membuat jadwal pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran daring dan luring membuat SOP pembelajaran serta membuat RPP. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran hybrid yaitu melaksanakan pembelajaran daring dan luring secara bersamaan dengan bantuan aplikasi zoom untuk membantu dalam pembelajaran daring. Pembelajaran menjalankan RPP diferensiasi yang dibuat guru dengan mengimplementasikan KSE. Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran dengan menilai sikap pengetahuan dan keterampilan siswa. alat ukur yang digunakan untuk menilai siswa yaitu rubrik penilaian penugasan LKPD tes tertulis dan lisan serta portofolio. Masalah yang muncul saat pembelajaran yaitu keadaan belajar yang kurang mendukung keterbatasan waktu dan ruang gerak serta kurangnya kemampuan dan waktu orang tua untuk mendampingi siswa. Tindak lanjut yang dapat dilakukan yaitu mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat meningkatkan kemampuan TPACK guru peningkatan pendampingan orang tua saat pembelajaran siswa serta menjalankan SOP yang telah dibuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran PTMT harus dijalankan dengan perencanaan yang terstuktur sesuai dengan prosedur yang diberikan dan harus ketat dalam menjalankan protokol kesehatan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dukungan dari semua pihak seperti orang tua kepala sekolah siswa serta guru akan membuat pembelajaran menarik dan bermakna sehingga pada saat evaluasi pembelajaran tujuan pembelajaran siswa dapat dicapai.