Disertasi
Model hubungan antara efikasi diri, konsep diri, adversity quotient, lokus kendali internal, kemampuan mengambil keputusan, dan kreativitas serta dampaknya pada minat technopreneurship mahasiswa / Lativa Hartiningtyas
Abstrak
Bertambahnya angka pengangguran di Indonesia dapat diminimalisir melalui kegiatan wirausaha. Kewirausahaan adalah suatu kegiatan untuk memberikan nilai tambah pada suatu produk dan menghasilkan profit yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Wirausahawan memperlakukan suatu sumber daya dan bahan baku dengan tujuan memberikan untung dan manfaat. Sifat wirausahawan ini bukan dikarenakan karena bakat atau gifted tetapi dapat dibentuk melalui suatu proses yang panjang. Perkembangan digitalisasi yang semakin pesat juga merambah pada bidang bisnis dan wirausaha. Saat ini terdapat suatu istilah yang sudah tidak asing lagi yaitu technopreneurship. Technopreneur merupakan seseorang yang berinovasi untuk menciptakan dan mengembangkan serta memadu padankan berbagai macam hal yang memunculkan suatu sinergi baru yang bermanfaat. Technopreneurship merupakan suatu konsep yang berasal dari hasil pemikiran orang-orang yang berupaya untuk mengembangkan inovasi pada suatu hal yang awalnya dianggap mustahil. Salah satu upaya pemerintah untuk mencetak pengusaha muda adalah melalui pendidikan formal pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Melalui pendidikan diharapkan dapat memunculkan intensi para pemuda untuk mengembangkan suatu bisnis yang memanfaatkan teknologi digital atau technopreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model hubungan antara efikasi diri dan kreativitas hubungan antara konsep diri dan kreativitas hubungan antara adversity quotient dan kreativitas hubungan antara lokus kendali internal dan kreativitas hubungan antara kemampuan mengambil keputusan dan kreativitas hubungan antara efikasi diri dan minat technopreneurship hubungan antara konsep diri dan minat technopreneurship hubungan antara adversity quotient dan minat technopreneurship hubungan antara lokus kendali internal dan minat techno-preneurship hubungan antara kemampuan mengambil keputusan dan minat technopreneurship dan hubungan antara kreativitas dan minat technopreneurship baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan pada variabel X terhadap variabel Y dan variabel X dan Y terhadap variabel Z baik secara individual dan simultan. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah yaitu 359. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sehingga diperoleh 190 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Penelitian ini menggunakan analisis jalur yang terdiri dari 2 model jalur yaitu sub-struktur I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh koefisien jalur signifikan sehingga (Ha) dinyatakan diterima dengan rincian sebagai berikut (1) terdapat hubungan yang positif dan signifkan antara efikasi diri dan kreativitas (2) terdapat hubungan yang positif signifikan antara konsep diri dan kreativitas (3) terdapat hubungan yang positif signifikan antara adversity quotient dan kreativitas (4) terdapat hubungan yang positif signifikan antara lokus kendali internal dan kreativitas (5) terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan mengambil keputusan dan kreativitas (6) terdapat hubungan yang positif signifikan antara efikasi diri dan minat technopreneurship (7) terdapat hubungan yang positif signifikan antara konsep diri dan minat technopreneurship (8) terdapat hubungan yang positif signifikan antara adversity quotient dan minat technopreneurship (9) terdapat hubungan yang positif signifikan antara lokus kendali internal dan minat technopreneurship (10) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan mengambil keputusan dan kreativitas dan (11) terdapat hubungan yang positif signifikan antara kreativitas dan minat technopreneurship.