Tesis
Implementasi nilai budaya metawe’ untuk pengembangan karakter peserta didik AUD (studi kasus di RA Ar-Ridwan Panggalo Kabupaten Polewali Mandar) / Siti Hardianti
Abstrak
Revolusi industri mengubah pola hidup penduduk Indonesia baik dalam tatanan dunia pendidikan struktural perekonomian kehidupan keluarga kebudayaan bahkan moralitas mengakibatkan terjadinya pergeseran orientasi kepribadian yang mengarah kepada persoalan karakter. Hasil observasi menunjukkan bahwa langkah awal yang bisa dilakukan dalam mengatasi krisis karakter kesopansantunan adalah mengenalkan dan mempratikkan nilai budaya metawe rsquo dalam pembelajaran untuk menstimulasi peserta didik dalam mengembangkan karakternya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat tujuh subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data insani dan non insani. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah tematik analisis. Derajat keakuratan dalam penelitian ini dicapai dengan menggunakan triangulasi metode dan member check. Hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara mendalam observasi dan studi dokumen menunjukkan bahwa pengimplemnetasian nilai budaya metawe rsquo berjalan dengan baik. Temuan penelitian adalah (1) internalisasi nilai budaya metawe rsquo untuk pengembangan karakter peserta didik AUD di RA Ar-Ridwan Panggalo Kabupaten Polewali Mandar termuat di kurikulum dan diintegrasi pada RPPH (2) strategi dalam melestarikan nilai budaya metawe rsquo untuk pengembangan karakter peserta didik di RA Ar-Ridwan panggalo adalah melalui strategi yang disusun setelah melaksanakan musyawarah hingga melakukan kunjungan ke satuan lembaga lainnya yang ada di sekitar lembaga (3) metode yang digunakan adalah keteladanan dan pembiasaan (4) bentuk pelaksanaan nilai budaya metawe rsquo untuk pengembangan karakter peserta didik AUD dilakukan melalui dua cara yakni tindakan serta ucapan (5) evaluasinya dilaksanakan melalui pengawasan dengan menyampaikan faktor-faktor penghambat berjalannya program kepada kepala sekolah selanjutnya laporan diolah menjadi umpan balik untuk perbaikan program dan (6) faktor pendukungnya adalah adanya sinergitas antar peran sekolah orang tua dan lingkungan sedangkan untuk faktor penghambatnya yakni kepala sekolah kurang tegas dalam menghadapi hambatan mengenai pendidik yang terkadang ada terlambat.