Tugas Akhir
Perancangan komik digital “lahire naga tahun’’ sebagai sarana untuk mengenalkan Wayang Topeng Malang / Emil Salamah
Abstrak
Kearifan lokal merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga eksistensinya di masa globalisasi demi mempertahankan identitas suatu bangsa. Salah satu warisan budaya yang masih dapat dijumpai hingga saat ini adalah seni drama-tari wayang topeng malang. Diperkirakan kesenian ini sudah dijumpai eksistensinya di Desa Kedungmonggo-Pakisaji-Kabupaten Malang sejak abad ke-7. Namun era globalisasi memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap minat para generasi penerus bangsa terhadap kebudayaan tradisional. Adanya persebaran informasi yang bebas membuat para generasi muda lebih tertarik kepada budaya serta hiburan dari luar. Akibatnya minat para generasi muda menurun drastis sehingga hanya tinggal 4 sanggar tari saja yang masih aktif hingga saat ini di kabupaten Malang. Dengan demikian perancang berinisiatif untuk membuat Ilustrasi Webtoon yang merujuk kepada salah satu kisah wayang topeng malang yaitu ldquo Lahire Naga Tahun rdquo dengan tujuan untuk mengedukasi atau mengenalkan seni drama-tari wayang topeng malang kepada audience dengan mengutip kisah yang disajikan dalam drama-tari topeng malang melalui media baru yakni komik digital atau Webtoon. Perancangan dilakukan dengan metode prosedural dengan menggunakan berbagai data bersumber literasi tentang lahire nogo tahun serta mendatangi narasumber yang berada di desa Kedungmonggo-Pakisaji-Malang. Hasil media utama berupa komik digital yang dipublikasikan di platform Line Webtoon. Respon terhadap webtoon ldquo Lahire Nogo Tahun rdquo mendapatkan hasil dari penghitungan skala likert yang menunjukkan bahwa sebesar 90% audiens merasa terbantu dalam mengenal Wayang Topeng Malang. sebanyak 92.2% audiens menyatakan bahwa kisah yang diangkat dalam Webtoon mudah untuk difahami. Dan sebanyak 91.1% audiens menyukai ilustrasi yang digambarkan.