Disertasi
Manajemen kinerja guru pada Sekolah yang mengimplementasikan sistem kredit semester (SKS) (studi multisitus di smp negeri 1 yogyakarta, smp negeri 5 Yogyakarta, dan SMP Negeri 8 Yogyakarta) / Desi Mardianti
Abstrak
RINGKASAN Desi Mardianti. 2022. Manajemen Kinerja Guru Pada Sekolah yang Mengimplementasikan Sistem Kredit Semester (SKS) (Studi Multisitus di SMPN 1 Yogyakarta SMPN 5 Yogyakarta dan SMPN 8 Yogyakarta). Disertasi Doktor Program Studi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.Bambang Budi Wiyono M.Pd. (II) Prof. Dr. Ali Imron M.Pd M.Si. (III) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W MA M.Si. Kata kunci manajemen manajemen kinerja kinerja guru sistem kredit semester (SKS) Program Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan terobosan pemerintah untuk mengakomodasi siswa yang memiliki berbagai macam keunikan dan kemampuan agar terdistribusi sesui dengan kamampuan masing-masing. Beberapa sekolah yang mengelola progam Sistem Kredit Semester (SKS) memiliki siswa dengan kelulusan yang lebih waktu belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kinerja guru yang lebih baik dari sekolah lain. Mengapa konpetensi dan kinerja guru pengelola program Sistem Kredit Semester (SKS) lebih baik dibandingkan dengan sekolah lain Tujuan penelitian ini untuk mengungkap pengelolaan manajemen kinerja guru pada sekolah yang mengimplementasikan Sistem Kredit Semester (SKS) dengan fokus penelitian yaitu pertama penyusunan program kinerja guru pada sekolah yang mengimplementasikan kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS). Kedua pelaksanaan program kinerja guru pada sekolah yang mengimplementasikan kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS). Ketiga bagaimana evaluasi program kinerja guru pada sekolah yang mengimplementasikan kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS). Keempat dampak manajemen kinerja guru terhadap kinerja guru pada sekolah yang mengimplementasikan kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus menggunakan in-depth interview observation dan study of documents dalam mengumpulkan data. Analisis data dilakukan secara bertahap Tahap pertama menganalisis data situs tunggal (I II amp III) guna mendapatkan temuan sementara. Kedua menganalisis data secara lintas situs dengan membandingkan temuan pada situs I dan II untuk menghasilkan temuan sementara lintas situs I amp II membandingkan temuan sementara lintas situs I amp II dengan temuan situs III untuk mendapatkan temuan lintas situs I II amp III kemudian menyusun temuan akhir penelitian. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas data uji transfermabilitas uji dependabilitas dan uji konformabilitas. Berdasarkan pengumpulan data dan analisis data ditemukan hasil sebagai berikut Pertama perencanaan kinerja guru disekolah yang mengelola program Sistem Kredit Semester (SKS) berdasarkan visi misi tujuan sekolah peraturan yang jelas sesuai dengan karakter sekolah dengan melibatkan berbagai pihak dan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru. Kedua pelaksanaan kinerja guru di sekolah yang mengelola program Sistem Kredit Semester (SKS) dilakukan dalam bentuk layanan program seperti menyiapkan kebutuhan program Sistem Kredit Semester (SKS) layanan penempatan siswa di kelas Sistem Kredit Semester (SKS) memberikan layanan akademik dan layanan pembelajaran. Ketiga evaluasi kinerja guru dilaksanakan oleh kepala sekolah secara berkelanjutan. Evaluasi dilaksanakan melalui meeting (rapat) brifing dan supervisi. Supervisi dengan menggunakan format yang sudah ada dan tersedia di sekolah. hasil evaluasi diberikan untuk tindak lanjut. Keempat manajemen kinerja berdampak secara langsung pada ketercapaian kompetensi (profesional paedagogis kepribadian dan sosial) dan secara tidak langsung pada kinerja guru Berdasarkan uraian tersebut disaranakan agar kepala sekolah yang mengelola program Sistem Kredit Semester (SKS) perlu menyusun program kinerja dengan konsisten melibatkan banyak pihak (guru komite sekolah orang tua siswa siswa pihak terkait) dan standar progam yang berkelanjutan (sustainable) agar kinerja guru tetap terjaga dan terpelihara saran untuk kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dapat memberikan pelatihan workshop dan anggaran yang cukup untuk mendukung sarana dan fasilitas program Sistem Kredit Semester (SKS) yang lebih baik. Pentingnya bagi kepala dinas untuk menyiapkan sarana pendukung bagi siswa yang menyelesaikan studi lebih cepat. Peneliti patut mengembangkan penelitian yang sama pada aspek dampaknya kepada siswa secara lebih mendalam dan mengembangkan model program Sistem Kredit Semester (SKS) yang lebih efektif.