Skripsi
Pengendalian kualitas produk dengan integrasi metode six sigma, fmea dan kaizen untuk mengurangi cacat kemasan di PT. Eureeka Great Nusantara / Herlambang Dharma Wijaya
Abstrak
PT Eureeka Great Nusantara adalah perusahan yang bergerak dibidang eco chemical. Pembuatan setiap prodak selalu menggunakan berbagai model pengemasan sesuai standard. PT. Eureeka Great Nusantara memiliki produk yang berbentuk tablet dikemasan strip proses stripping (perekatan) seleksi kualitas kemasan. Produk Golden Gibb yang sudah melewati proses penempatan tablet pelapisan perekatan (stripping) dan pengguntingan selanjutnya disimpan di gudang penyimpanan. Kemasan yang sudah layak selanjutnya disimpan di gudang penyimpanan. Proses yang telah terjadi dalam pengemasan produk Golden Gibb masih memiliki berbagai kendala dan perlu adanya perbaikan untuk mengurangi cacat kemasan. Adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya cacat kemasan pada produk Golden Gibb mengetahui kemampuan bagian pengemasan (level sigma) dalam menghasilkan produk Golden Gibb yang sesuai spesifikasi dan menentukan usulan perbaikan dalam mengurangi cacat kemasan produk Golden Gibb dengan integrasi metode Six Sigma FMEA dan Kaizen. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa diperoleh rata rata nilai DPMO (Defect Per Million Opportunity) sebesar 16.638 yang bisa didefinisikan bahwa dari satu juta peluang akan ada 16.638 kemungkinan cacat kemasan produk Golden Gibb. Tingkat sigma karyawan PT. Eureeka Great Nusantara berada pada tingkat 3 6 sigma dengan CTQ (Critical To Quality) yang terbanyak mengakibatkan cacat yaitu pada bagian stripping dengan jumlah 12.049. berdasarkan hasil analisis kaizen maka kebijakan yang harus dilakukan oleh perusahaan PT Eeureka Great Nusantara terkait karyawan yaitu perusahaan melakukan pelatihan (training) pembinaan (coaching) dan pendampingan (konseling) pada karyawan bagian pengemasan secara terus menerus. Dan terkait mesin dan peralatan perlu dilakukan penjadwalan dan perawatan secara rutin serta menyiapkan suku cadang mesin sesuai dengan spesifikasi jenis mesin dan peralatan yang dipakai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu analisis FMEA diketahui bahwa proses stripping (perekatan) merupakan penyebab terjadinya cacat kemasan dengan persentase tertinggi (36 3%) kedua penempatan tablet (33 7%) ketiga pengguntingan (17 0%) dan keempat (terendah) adalah vakum (12 8%). Metode kaizen five M five whys diketahui faktor yang sangat dominan menyebabkan cacat kemasan yaitu target perusahaan dominan menyebabkan cacat kemasan yaitu perawatan rutin mesin dan kurang dominan yaitu suku cadang mesin pengemasan. Kata kunci Six Sigma FMEA dan Kaize