Tugas Akhir
Pembuatan busana ready to wear \"transmo\" dengan kombinasi bahan tradisional kain lurik / Akmalia Afanita
Abstrak
Busana Ready to Wear ldquo Transmo rdquo terinspirasi dari salah satu rumah adat yang berada di Jawa Timur yaitu Rumah Adat Tengger. Rumah adat Tengger berada di sekitar lereng Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo. Rumah adat Tengger menjadi inspirasi karena rumah adat ini seluruh bahannya terbuat dari material tradisional seperti kayu dan bambu namun desain bentuknya mulai dipengaruhi oleh arsitektur modern seperti bentuk atap yang tinggi dan unik. Meskipun demikian rumah adat Tengger merupakan salah satu rumah adat yang masih terjaga keasliannya dengan bahan-bahan tradisional yang digunakan. Busana Ready To Wear ldquo Transmo rdquo ini di kombinasikan dengan bahan tradisional kain lurik yang merupakan kain tradisional yang dibuat dengan cara ditenun menggunakan alat tenun. Rancangan busana penulis memiliki judul Pembuatan Busana Ready to Wear ldquo Transmo rdquo Dengan Kombinasi Bahan Tradisional Kain Lurik. Proses pembuatan busana Ready to Wear ldquo Transmo rdquo terdiri dari beberapa tahapan yaitu membuat konsep desain yang meliputi mind mapping moodboard storyboard pembuatan desain sketsa membuat desain produksi 1 dan desain produksi 2 menyiapkan alat dan bahan membuat pola dasar dan pecah pola membuat rancangan bahan dan harga meletakkan pola diatas kain/ spreading proses cutting proses sewing hingga finishing dan hasil jadi busana. Kesimpulan yang dapat diambil dalam pembuatan busana adalah bahwa sebelum memotong dan menjahit kain lurik sebaiknya kain direndam dahulu untuk menghindari terjadinya kain menyusut. Busana Ready to Wear ldquo Transmo rdquo ini dapat dicuci dengan tangan akan tetapi untuk jenis kain corduroy baby corduroy dan kain lurik jangan menggunakan sikat karena dapat merusak kain untuk jenis kain lurik menggunakan detergen khusus untuk batik. Pada saat melakukan pressing Busana Ready to Wear ldquo Transmo rdquo sebaiknya menggunakan kain sebagai alas dan disetrika dengan suhu 80 - 140 C supaya warna kain tidak berubah.