Tugas Akhir
Pembuatan busana ready to wear dengan konsep vibrant colours terinspirasi dari signage lamp di Kota Shibuya / Hanina Aminah
Abstrak
Busana Ready To Wear adalah busana yang dapat dikenakan sesuai fungsi dan kegunaanya atau bisa diartikan busana yang siap pakai dengan ukuran standar. Busana yang terinspirasi dari sebuah kota yaitu Shibuya yang terdapat di negara Jepang dimana kota Shibuya menjadi pusat magnet wisatawan baik asing maupun lokal dan busana ready to wear ini terinspirasi dari terangnya signage-signage lamp yang menerangi kota Shibuya pada malam hari. Saat ini Indonesia telah memasuki masa revolusi industri 4.0 dimana telah menerapkan konsep mekanisme yang segala haldikerjakan oleh mesin tanpa menggunakan tenaga manusia dalam pengoprasiannya dan teknik digital printing menjadi pilihan penulis pada bahan utama busana yang diterapkan agar motif sesuai dengan desain yang dibuat dengan hasil lebih rapi dan simetris. Pada pembuatan busana ini penulis membuat busana ready to wear yang terdiri two pieces dengan model busana yaitu outer dan inner dress. Warna-warna vibrant adalah warna yang cerah tegas dan kontras warna yang diterapkan pada bagian outer. Kain scuba menjadi bahan utama yang digunakan penulis untuk diterapkan pada outer pada bahan scuba penulis menggunakan teknik printing fabric yang sebelumnya telah didesain mulai dari pemilihan motif hingga warna-warna yang akan dituangkan pada kain pada outer terdapat detail di bagian bahu dan bagian belakang. Pada bagian belakang outer terdapat detail mata ayam (variasi) dan tali vertikal (hiasan) yang terdapat tulisan kanji yaitu yang memiliki makna Shibuya pada malam hari. Pada bagian inner dress penulis memilih bahan taffeta dan pada inner dress terdapat detail-detail mata ayam pada bagian depan yang telah tersusun membentuk sabuk detail diletakan pada kain duchess hitam yang sebelumnya telah ditandai untuk meletakkan mata ayam tersebut. Berdasarkan hasil pembuatan busana ready to wear dengan konsep vibrant colours yang terinspirasi dari signage lamp di kota Shibuya dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan beberapa kesulitan yaitu pada proses cutting kerung lengan outer dimana hasil kerung lengan outer terlalu lebar dan terdapat kesulitan saat proses penyusunan mata ayam pada inner dress yang menggunakan teknik manual sehingga ada beberapa hasil mata ayam yang tidak simetris serta proses pemasangan mata ayam juga memakan waktu yang cukup lama. Pada saat proses penyetrikaan akhir sangat disarankan menggunakan setrika uap atau steamer agar hasil busana lebih rapi dan panas yang dihasilkan stabil.