UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Karakterisasi metakognisi siswa dalam menyelesaikan masalah geometri pada diskusi kelompok ditinjau dari pemosisian siswa / Frenza Fairuz Firmansyah

Firmansyah, Frenza Fairuz - Nama Orang;

Abstrak
Diskusi kelompok dapat membantu siswa lebih efektif dalam proses penyelesaian masalah karena siswa saling bertukar ide dan pemahaman mengenai masalah yang diberikan. Diskusi memperluas kesempatan bagi siswa untuk memunculkan gagasan-gagasan baru yang saling terhubung antar anggota kelompok. Sehingga siswa tidak hanya fokus untuk menemukan jawaban tetapi dapat mengeksplorasi pengetahuan yang dimilikinya. Siswa dalam kelompok melakukan interaksi antar anggota yang ada kaitannya dengan teori pemosisian siswa. Pemosisian siswa menjelaskan hubungan antar siswa dalam sebuah kelompok yang terdiri dari posisi siswa sebagai ahli fasilitator dan pemula. Ketepatan dalam menyelesaikan masalah dapat dilihat dari pengetahuan dan cara siswa dalam melakukan metakognisi. Siswa melalui metakognisi memiliki kesadaran dan pemahaman berpikir dalam proses pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal yang penting untuk dikembangkan sejak awal bagi siswa. Proses pemecahan masalah menuntun siswa berpikir tentang ide baru yang dapat membantu mereka menyelesaikan permasalahan matematika di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memahami masalah kemudian merencanakan bagaimana cara penyelesaian dengan langkah yang tepat dan melakukan evaluasi untuk memeriksa kemungkinan terjadi kesalahan selama proses penyelesaian masalah. Metakognisi dapat memberikan dampak baik bagi siswa dalam proses belajar dan prestasi akademis. Metakognisi mendukung munculnya kesadaran dan pemahaman berpikir siswa baik secara individu ataupun suatu kelompok dalam proses pemecahan masalah. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas terkait metakognisi individu terhadap hasil belajar dan belum ada penelitian yang menjelaskan karakterisasi metakognisi siswa yang ditinjau dari pemosisian siswa. Sehingga urgensi penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisasi metakognisi siswa awareness regulation dan evaluation dalam menyelesaikan masalah geometri secara kelompok ditinjau dari pemosisian siswa ahli fasilitator dan pemula. Tujuan dari penelitian ini agar siswa guru dan peneliti lain dapat mengetahui karakterisasi metakognisi siswa ahli fasilitator dan pemula dalam kelompok yang dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui metakognisi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan karakterisasi metakognisi pada interaksi siswa yang ditinjau dari pemosisian siswa ahli fasilitator dan pemula dalam menyelesaikan masalah geometri. Masalah geometri diberikan kepada siswa untuk memunculkan interaksi antar siswa dan memunculkan aktivitas metakognitif siswa selama menyelesaikan masalah pada diskusi kelompok. Siswa menyelesaikan masalah geometri terkait masalah luas lahan masalah kecepatan sepeda dan masalah jumlah candi. Pada saat menyelesaikan masalah luas lahan siswa cenderung kebingungan dalam mengamati gambar dan pernyataan yang diberikan sehingga muncul interaksi dalam kelompok tersebut. Pada saat menyelesaikan masalah kecepatan sepeda dan jumlah candi siswa cenderung berdebat terkait dengan proses penyelesaian masalah dan hasil akhirnya. Setiap interaksi yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan masalah geometri secara kelompok direkam dengan bantuan perangkat rekaman audio video untuk merekam think aloud siswa bantuan rekaman dapat mempermudah dalam proses penelitian dan juga penyusunan karakterisasi metakognisi siswa dalam memecahkan masalah geometri ditinjau dari pemosisian siswa dan dilakukan wawancara kepada masing-masing subjek untuk mengkonfirmasi jawaban siswa dan hasil think aloud siswa. Wawancara dilakukan semi terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara namun dikembangkan berdasarkan hasil think aloud siswa selama menyelesaikan masalah geometri. Wawancara dilakukan secara bergantian pada masing-masing subjek agar lebih fokus dan tidak ada gangguan dari pihak lain. Karakterisasi metakognisi siswa pada diskusi kelompok dalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau dari pemosisian siswa didapatkan bahwa siswa pemula cenderung melakukan aktivitas metakognitifnya sampai pada tahap awareness dan regulation saja sedangkan siswa fasilitator terkadang memenuhi ketiganya yaitu awarenees regulation dan evaluation. Siswa ahli pada diskusi kelompok cenderung memimpin dan sebagai pengambil keputusan di kelompoknya. Siswa ahli memiliki aktivitas metakognitif yang lengkap dari segi awareness regulation dan evaluation. Siswa ahli memiliki kecakapan yang baik dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat terutama ketika melakukan think aloud. Siswa ahli juga berperan sebagai pemicu aktivitas metakognitif dengan memberikan scaffolding diri dan sosial kepada rekannya. Siswa pemula cenderung mengajukan pertanyaan untuk meminta informasi dan sering menyatakan ulang informasi dari siswa ahli dan fasilitator. Siswa pemula sering memberikan respon yang tidak sesuai dengan permintaan konfirmasi. Siswa pemula cenderung sebagai pengikut yang selalu mengikuti arahan dan jawaban dari siswa ahli dan fasilitator. Aktivitas metakognitif siswa pemula muncul karena pemicu dari siswa ahli dan fasilitator. Siswa fasilitator cenderung meminta orang lain untuk melakukan tindakan siswa melakukan tindakan tanpa adanya permintaan dan sering memberikan respon terhadap informasi dari siswa ahli dan menyatakan ulang informasi dari rekannya. Siswa fasilitator dalam aktivitas metakognitifnya sering menjadi pemicu dan terkadang juga pengikut dari siswa ahli yang lebih banyak memimpin jalannya diskusi. Siswa ahli menunda untuk memberikan informasi agar siswa lain dapat melakukan aktivitas metakognitifnya sehingga siswa ahli sering memicu terjadinya aktivitas metakognitif bagi siswa pemula dan fasilitator serta cenderung melakukan self-metacognitive pada dirinya sendiri.


Informasi Detail
DDC
Rd 516.1076 FIR k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2023.
Deskripsi Fisik
xvii, 198 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00007/RD/23
Edisi
Desertasi (Pasca sarjana) - Universitas Negeri Malang 2023
Subjek
1. GEOMETRI - PEMECACAHAN MASALAH
2. GEOMETRI - METAKOGNISI SISWA
3. GEOMETRY - PROBLEM SOLVING

Pembimbing
1. Prof. Dr. Cholis Sa'dijah, M.pd, M.a.;2. Dr. Subanji, S.pd, M.si;3. Dr. Abd. Qohar, M.t.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik