Tesis
Komunikasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel ditinjau dari gaya kognitif / Seva Akhidah Islami
Abstrak
Komunikasi merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu proses pembelajaran yang menjadi standar NCTM. Pada pembelajaran matematika komunikasi merupakan menyatakan ide-ide matematika baik secara lisan maupun tertulis. Komunikasi matematis dapat terjadi antara pendidik dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan teman sejawat. Komunikasi matematis dapat dikembangkan jika peserta didik dapat menyelesaikan soal serta mengubah soal terhadap simbol notasi model matematika mampu menghubungkan benda nyata gambar dan diagram ke dalam ide matematika. Sejalan dengan hal tersebut gaya kognitif yang dimiliki tiap siswa berbeda-beda. Sehingga matematika matematis yang dimiliki pun berbeda. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara dengan guru matematika dan hasil studi pendahuluan terhadap peserta didik kelas X SMK PP Wiyata Bakti peneliti menemukan beragam cara peserta didik dalam mengkomunikasikan secara matematika saat menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel. Ragamnya cara peserta didik dalam menyelesaikan soal dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain lingkungan dan penyerapan peserta didik yang tidak sama (baik dalam berpikir mengingat dan sebagainya). Sehingga terkait hal tersebut perlu adanya dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang terpilih 2 peserta didik gaya kognitif reflektif dan 2 impulsif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes MFFT tes tulis komunikasi matematis dan wawancara. Metode tes menggunakan tes MFFT yang terdiri dari 13 item kemudian tes tulis komunikasi matematis terdiri dari 2 soal yang telah divalidasi oleh 2 orang validator yaitu dosen ahli dan guru bidang studi. Analisis data yang dilakukan meliputi (a) pereduksian data (b) penyajian data dan (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Prosedur penelitian ini sebagai berikut (1) tahap persiapan (2) tahap pengumpulan data dan (3) tahap analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik gaya kognitif reflektif dapat memehuni indikator komunikasi matematis dikatakan akurat lengkap dan lancar disetiap tahap penyelesaian soal SPLDV. Sedangkan peserta didik gaya kognitif impulsif tidak dapat memenuhi indikator komunikasi matematis dikatakan tidak akurat tidak lengkap dan lancar pada tahap memahami masalah. Selain itu di tahap memeriksa kembali peserta didik tidak dapat mempertahankan argumennya.