Skripsi
Pemrograman model linear untuk mengoptimasi pemanfaatan Mata Air Umbul Gemulo sebagai penyedia Air Irigasi di Wilayah Dusun Tonggolari, Kota Batu / Regi Wahyu Pramana Wijaya
Abstrak
Peran sumber daya air yaitu komponen utama yang menjadi kebutuhan bagi seluruh makhluk hidup. Dusun Tonggolari merupakan dusun yang kini telah berkembang di sektor pertanian perkebunan dan wisata seperti tersedianya persawahan dan perkebunan. Sumber mata air Umbul Gemulo menjadi pemenuhan kebutuhan atas air baku dan irigasi. Namun kebutuhan akan air irigasi sering meningkat di karenakan jaringan irigasi yang dipakai tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan tanaman namun juga kebutuhan air industri yang juga mengambil air melalui jaringan irigasi.Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit andalan kebutuhan eksisting air irigasi neraca keseimbangan air irigasi pemodelan dan pola optimasi yang tepat dan hasil dari pemodelan pola optimasi yang akan digunakan pada sumber mata air Umbul Gemulo. Penelitian ini menggunakan aplikasi Cropwatt 8.0 dari FAO untuk menghitung kebutuhan tanaman yang di tanam di wilayah studi dengan melakukan survei ke petani yang mempunyai baku sawah di jaringan irigasi sumber mata air Umbul Gemulo. Data pendukung yang telah diperoleh dari Dinas PU seperti data hidrologi dan data klimatologi dari BMKG membantu perhitungan dari aplikasi Cropwatt 8.0. Setelah di lakukan analisis perhitungan kebutuhan air tanaman dan ketersediaan air maka dilakukan optimasi menggunakan permodelan linier dengan aplikasi POM QM for Windows V5 untuk menentukan pola tanam yang sesuai dengan volume andalan. Hasil dari aplikasi POM QM for Windows V5 lalu di analisis dengan kebutuhan air tanaman per hektar nya dan juga ketersediaan air di setiab bulannya untuk menentukan kesetimbangan air di sumber mata air Umbul Gemulo. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan yaitu (1) Pada akhir bulan ketiga Agustus jumlah debit sekitar 0 092 m3/dt diperoleh dari 80% tingkat penetrasi andalan debit. Sebaliknya tingkat debit tertinggi yang pernah ada adalah 2.563 m3/dt pada Bulan Maret Periode 2. Didapatkan..neraca..air..dengan hasil yaitu 83% kebutuhan irigasi terpenuhi dan 17% kebutuhan irigasi tidak terpenuhi pada kondisi pola tanam eksisting dengan luas tanam 23 7 Ha. Hal ini mengindikasikan bahwa memang terjadi stagnasi neraca udara akibat kondisi surplus. dan juga defisit yang cukup signifikan di musim kemarau terutama di Bulan Agustus dan Bulan September. (2) Dari hasil optimasi dengan program POM-QM for Windows v5 maka pola tanam terpilih untuk luasan pola tanam eksisting yang dipilih (kubis jagung dan apel) dengan intensitas tanaman selama satu tahun sebesar 261 % dan keuntungan sebesar Rp. 1.999.918.000.