Tugas Akhir
Pembuatan busana ready to wear dengan motif ethnic Kilim Turkey / Lailatul Syadzadhiya Qothrunada
Abstrak
Busana Ready To Wear merupakan busana yang siap dipakai dengan ukuran umum atau standart dan dapat dikenakan sesuai dengan fungsi. Konsep dari busana Ready To Wear terinspirasi dari tempat bernama Sultan Cave Suits atau Hotel Gua Sultan yang merupakan salah satu bangunan yang ramai ditempati wisatawan berada di wilayah Cappadocia Turkey. Tempat ini merupakan hotel gua yang bentuk bangunannya sangat kuno dan kotemporer dimana bangunan ini berasal dari gunung bebatuan yang dipahat dan dijadikan tempat hunian. Gunung bebatuan ini merupakan tempat bersejarah kuno pada suku dahulu dan ditempat ini identik dengan Kilim Turkey atau Pemadani Motif Ethnic dikarenakan pada setiap tempat banyak yang menggunakan permadani Kilim Turkey ini. Pada pembuatan busana ini penulis merancang busana Ready To Wear menggunakan Fabric Printing dengan menerapkan motif Ethnic dari Kilim Turkey. Kilim Turkey adalah sebuah permadani tenun yang dibuat oleh wanita suku Anatolia Tengah yang identik dengan motif Ethnic. Pada setiap bentuk motif yang ditenun memiliki makna yang mewakili keinginan hidup mereka seperti melindungi dari ancaman kejahatan perlindungan dari ancaman hewan kebahagiaan keibuan kesuburan keberuntungan dan keberhasilan. Busana Ready To Wear ini menggunakan warna earthy. Warna-warna earthy adalah warna yang natural dan bernuansa bumi. Kain linen menjadi bahan utama pada busana ini dengan tekstur-tekstur dari kain linen yang terlihat alami dan natural. Kain yang digunakan untuk Fabric Printing adalah kain Canvas Linen Soft tekstur kain hampir sama dengan kain Linen yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis namun bertekstur unik dan khas. Detail-detail sashiko dan patchwork dibuat dari benang sulam dan beberapa aksesoris dari benang rajut pada busana Ready To Wear memberikan look ethnic style pada busana ini. Berdasarkan hasil pembuatan Busana ready to wear dengan penerapan motif ethnic kilim turkey terinspirasi dari bangunan Sultan Cave Suits Anatolia Tengah Turkey dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan beberapa kesulitan yaitu pada proses pembuatan pola kerah dimana hasil kerah yang telah di cutting berbeda motif dan terdapat kesulitan dalam proses shasiko yang ukuran garis jelujurnya tidak sama. Pada proses shasiko disarankan menandai terlebih dahulu dengan kapur jahit agar saat menjelujur hasil ukuran garisnya menjadi sama.