Skripsi
Pengembangan media pembelajaran animasi proses pembuatan topeng untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X SMKN 10 Malang / Rudiansyah Wijaya
Abstrak
Pengembangan media animasi Proses Pembuatan Topeng Malang ini dilatarbelakangi oleh kesulitan memberikan contoh proses pembuatan topeng di kelas pada mata pelajaran seni budaya di SMKN 10 Malang pada kelas X. Pada prakteknya tidak semua guru dapat mencontohkan proses pembuatan topeng. Dalam proses mengajar guru tidak menggunakan teknologi sebagai alat bantu yang dapat memudahkan guru. Penenlitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengembangan media pembelajaran animasi proses pembuatan topeng dan mendiskripsikan hasil pengembangan media setelah melalui validasi ahli dan uji coba lapangan. Metode yang digunakan dalampengembangan ini adalah Research and Development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang melalui lima tahap yaitu (1) tahap analisis (2) tahap rancangan (3) tahap pengembangan (4) tahap implementasi (5) tahap evaluasi. Media pembelajaran melalui proses validasi oleh ahli materi media dan siswa mendapatkan persentase rata-rata 88%. Berdasarkan penelusuran dari beberapa literatur yang telah dilakukan oleh peneliti media pembelajaran animasi diprediksi efektif untuk memudahkan guru menyampaikan materi dan membantu pemahaman siswa. Berdasarkan nilai persentase bisa disimpulkan bahwa media animasi Proses Pembuatan Topeng Malang dinyatakan valid dan dapat digunkan sebagai media pembelajaran seni budaya untuk siswa kelas X SMKN 10 Malang.