Disertasi
Determinan entrepreneurial intention ditinjau dari dimensi entrepreneurial ecosystem pada mahasiswa pendidikan tata niaga/bisnis di Indonesia / Raya Sulistyowati
Abstrak
RINGKASAN Sulistyowati Raya. 2022. Determinan entrepreneurial intention ditinjau dari dimensi entrepreneurial ecosystem pada mahasiswa Pendidikan Tata Niaga/Bisnis di Indonesia. Disertasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika W.W. M.A. M.Si. (II) Dr. Agus Hermawan GradDipMgt. M.Si. Mbus. (III) Dr. Wening Patmi Rahayu S.Pd. M.M. Kata Kunci Entrepreneurial intention Entrepreneurial ecosystem Pendidikan Tata Niaga / Bisnis Mahasiswa. Kewirausahaan menjadi strategi efektif dalam mengatasi perekonomian suatu negara. Dalam berwirausaha diperlukan niat/intensi sehingga kinerja dalam berwirausaha juga akan semakin baik. Untuk mendukung pertumbuhan kewirausahaan juga perlu diperhatikan ekosistem kewirausahaan yang baik. secara umum ekosistem kewirausahaan terdiri dari kemudahan akses pasar adanya tenaga kerja akses permodalan sistem pendukung (seperti mentor konsultan komunitas dan inkubator) kebijakan dan peraturan infrastruktur sistem pendidikan dan pelatihan dukungan dari lembaga pendidikan tinggi dan juga dukungan sosial-budaya. Wirausahawan bukan lahir dengan sendirinya melainkan melalui sebuah proses dan berkembang dengan baik di dalam sebuah ekosistem kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan pada studi yang sudah ada sebelumnya dengan melakukan kajian secara komprehensif tentang mengetahui determinan entrepreneurial intention ditinjau dari dimensi entrepreneurial ecosystem pada mahasiswa Pendidikan Tata Niaga/Bisnis di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif descriptive explanatory. Data pada penelitian ini diambil dari beberapa mahasiswa prodi Pendidikan Tata Niaga/Pendidikan Bisnis di kampus eks IKIP Indonesia sebanyak 235 responden. Teknik sampling pada penelitian ini adalah Accidental sampling dan purposive sampling. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan alat bantu SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama Entrepreneurial Policy (EP) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Kedua Entrepreneurial Environvent (EEN) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Ketiga Entrepreneurial Education (EED) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Keempat Entrepreneurial Mindset (EM) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Kelima Social Networking (SN) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Entreprenerial Intention (EI). Keenam Opportunity Recognition (OR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Ketujuh Socioeconomics (SOC) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Kedelapan Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Entreprenerial Intention (EI). Kesembilan Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) memediasi pengaruh Entrepreneurial Policy (EP) dan Entrepreneurial Intention (EI). Kesepuluh Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) tidak memediasi Entrepreneurial Environvent (EEN) terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Kesebelas Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) memediasi pengaruh Entrepreneurial Education (EED) dan Entrepreneurial Intention (EI). Keduabelas Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) memediasi pengaruh Entrepreneurial Mindset (EM) dan Entrepreneurial Intention (EI). Ketigabelas Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) tidak memoderasi Social Networking (SN) dan Entrepreneurial Intention (EI). Keempatbelas Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) memediasi pengaruh Opportunity Recognition (OR) terhadap Entrepreneurial Intention (EI). Kelimabelas Entrepreneurial Self-Efficacy (ES) tidak memediasi Socioeconomics (SOC) dan Entrepreneurial Intention (EI). Mata kuliah kewirausahaan/ kewirausahaan digital dan praktik kewirausahaan di program studi Pendidikan Tata Niaga/Bisnis di Indonesia merupakan mata kuliah wajib sehingga para mahasiswa harus berpartisipasi aktif dalam mata kuliah tersebut. Hal ini karena pendidikan dan praktik kewirausahaan sangat berguna untuk menumbuh kembangkan bahkan meningkatkan intensi kewirausahaan para mahasiswa. Meskipun dalam penelitian ini pendidikan dan praktik kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi kewirausahaan akan tetapi perlu dilakukan secara komitmen terstruktur serta adanya support dari lembaga / universitas. Artinya pendidikan kewirausahaan dapat diberikan di semester tiga empat hingga semester lima sehingga output dan outcome dapat dievaluasi dan dapat ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Tidak kalah pentingnya lembaga / universitas di Indonesia juga perlu mengajarkan kepada para mahasiwa terkait kewirausahaan digital yang menjadi trend pada era big data dan revolusi industri 4.0 agar para mahasiswa tidak ketinggalan dan bisa lebih adaptif. Mengingat lembaga pendidikan universitas dalam pengawasan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ndash Ristek) maka perlu dilakukan kegiatan pendampingan bekerjasama dengan berbagai universitas baik negeri maupun swasta agar pendidikan kewirausahaan dapat berjalan secara efektif. Begitu pula dengan pemerintah kabupaten di masing ndash masing kota universitas agar memberikan dukungan berupa kebijakan-kebijakan terkait peraturan perizinan serta permodalan agar para mahasiwa yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan dapat terbantu dalam berbagai hal yang dibutuhkan. Penelitian ini hanya melibatkan responden mahasiswa program studi Pendidikan Tata Niaga/Bisnis di Indonesia. Dengan demikian temuan ini tidak dapat digeneralisasikan untuk semua universitas. Selain itu perbedaan wilayah dan sistem di setiap universitas dapat mempengaruhi sikap terhadap kewirausahaan dan niat berwirausaha. Penelitian yang akan datang perlu melibatkan responden lebih banyak lagi serta prodi Pendidikan Tata Niaga/Bisnis dan Pendidikan Ekonomi di Indonesia agar hasil penelitian dapat digeneralisir secara lebih luas. Selanjutnya penelitian ini dibatasi hanya pada lima program studi pendidikan bisnis di Indonesia dengan menggunakan 7 ecosystem kewirausahaan yaitu Entrepreneurial Policy Entrepreneurial Environvent Entrepreneurial Education Entrepreneurial Mindset Social Networking Opportunity Recognition Socioeconomics Entrepreneurial Self-Efficacy dengan intensi berwirausaha. Selanjutnya penelitian perlu menggunakan ecosystem kewirausahaan yang lebih luas untuk mengeksplorasi determinan entrepreneurial intention terhadap entrepreneurial ecosystem dengan responden dan banyak universitas di Indonesia.