Disertasi
Pengembangan model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH Ahmad Dahlan perspektif kipas untuk menggapai kedamaian siswa / Wahyu Nanda Eka Saputra
Abstrak
Kedamaian merupakan visi internasional abad ke-21. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait guna menciptakan kedamaian yang sejati termasuk melalui seting sekolah. Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan situasi yang muncul berbagai kendala menghambat ketercapaian kedamaian yang sejati. Kedamaian merupakan situasi nyaman pada diri seseorang dan secara spesifik mencakup tiga unsur utama yaitu harmoni dengan diri sosial dan alam. Model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan perspektif KIPAS menjadi solusi bagi konselor untuk membantu siswa menggapai kedamaian. Sensitisasi sosial menjadi teknik konseling yang dapat meningkatkan kepekaan sosial siswa terutama pada tema-tema kedamaian. Klarifikasi nilai menjadi teknik konseling yang membantu siswa menegaskan nilai-nilai kedamaian pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konten dan format model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan perspektif KIPAS yang berterima untuk membantu siswa menggapai kedamaian. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan perspektif KIPAS dalam membantu siswa menggapai kedamaian. Deskripsi perbandingan keefektifan kedua model juga menjadi tujuan pada penelitian ini. Model penelitian dan pengembangan menggunakan modifikasi tahapan Borg amp Gall. Tahapan penelitian dan pengembangan dimulai dari penelitian dan pencarian informasi mendesain produk awal penelitian validasi ahli merevisi produk berdasarkan masukan dan saran dari ahli uji lapangan pengemasan produk dan diseminasi. Instrumen untuk mengukur tingkat kedamaian menggunakan skala kedamaian siswa. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam uji coba produk adalah adalah siswa SMK Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta berjumlah 24 siswa dan dibagi dalam 3 kelompok. Instrumen yang untuk menilai produk adalah lembar penilaian konten dan format model. Data penilaian konten dan format dari ahli dianalisis dengan menggunakan inter-rater reliability (IRR) coefficient of Cohen rsquo s Kappa. Data tingkat kedamaian siswa yang digunakan untuk mengidentifikasi keefektifan produk dianalisis dengan menggunakan teknik Mann-Whitney U test. Penelitian ini telah menghasilkan dua produk yaitu model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan perspektif KIPAS untuk menggapai kedamaian siswa. Sensitisasi sosial adalah sebuah teknik konseling yang membantu siswa peka dengan fenomena sosial sedangkan klarifikasi nilai sebagai teknik berfungsi untuk membantu menegaskan nilai dalam dirinya. Ajaran kedamaian KH. Ahmad Dahlan yang digunakan dalam sebagai konten adalah ikhlas rendah hati berpikir kritis toleransi dan welas asih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dan format model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan perspektif KIPAS memiliki keberterimaan untuk digunakan membantu siswa menggapai kedamaian. Kedua produk penelitian juga dinyatakan efektif digunakan dalam membantu siswa menggapai kedamaian. Tidak ada perbedaan keefektifan baik model sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan dalam menggapai kedamaian siswa. Penelitian ini memiliki kontribusi pada keilmuan konseling terutama tentang teknik konseling yang berbasis kearifan lokal dalam membantu siswa menggapai kedamaian. Penelitian ini menyarankan pada (1) konselor (2) sekolah dan (3) penelitian selanjutnya. Saran pada konselor seyogyanya dapat menggunakan teknik sensitisasi sosial dan klarifikasi nilai ajaran KH. Ahmad Dahlan untuk mendukung ketercapaian program pendidikan kedamaian. Saran pada sekolah seyogyanya dapat mendukung program konselor membangun kedamaian di sekolah. Saran pada penelitian selanjutnya seyogyanya dapat memperluas cakupan subjek uji coba sehingga produk tidak hanya dapat digunakan untuk sekolah-sekolah Muhamadiyah tetapi juga sekolah-sekolah non-Muhammadiyah. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi pada kebijakan seyogyanya lembaga terkait membuat kebijakan secara khusus tentang penggunaan ajaran-ajaran KH. Ahmad Dahlan tentang kedamaian sebagai konten layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.