Skripsi
Analisis suseptibilitas magnetik dan unsur tanah jarang europhium (eu) pada sampel akuatik dan terestrial menggunakan metode PCA / Shofi Maulida
Abstrak
Unsur tanah jarang UTJ pada lingkungan pengendapaan penting untuk diketahui keberadaannya. Salah satu petunjuk keberadaan unsur tanah jarang di lingkungan pengendapan adalah adanya unsur Europhium (Eu). Europhium dapat diukur sifat magnetiknya karena termasuk unsur yang bersifat magnetik. Dalam penelitian ini akan dianalisis suseptibilitas magnetik dan kandungan unsur tanah jarang baik dari endapan akuatik dan terestrial. Suseptibilitas magnetik ( chi lf) ditentukan dengan Bartington susceptibility meter (MS2B) sedangkan kandungan unsur tanah jarang europhium ditentukan dengan XRF. Sampel dalam penelitian ini diambil dari lingkungan endapan mangrove dan hotspring sebagai lingkungan endapan akuatik dan tanah pujon sebagai lingkungan endapan terestrial. Untuk menentukan komponen utama serta korelasi antar element dilakukan dengan Metode PCA (Principal Component Analysis). Hasil penelitian menunjukan suseptibilitas magnetik pada lingkungan akuatik berkisar antara 9.933 - 94.608 times 10-8 m3/kg sedangkan pada lingkungan terestrial antara 1024.3 ndash 2432.3 times 10-8 m3/kg. Korelasi antara Eu dan chi lf pada lingkungan akuatik yakni Padusan dan Cangar adalah (0.662) dan (-0.642). Sementara itu korelasi antara Eu dan chi lf pada lingkungan Mangrove (T2 dan T4) menunjukkan (-0.32) dan (0.058) . Lingkungan terestrial Tanah Pujon menunjukkan adanya korelasi yang (-0.543). Unsur logam Eu menjadi salah satu faktor utama di lingkungan akuatik dan terrestrial kecuali pada perairan mangrove. Unsur yang menjadi Faktor utama pada Mangrove (T2) yaitu Ti V dan Ca sedangkan pada Mangrove (T4) yaitu K Si dan Fe.