Tesis
Pengaruh Blended-Experiential Learning dilihat dari kemampuan awal terhadap keaktifan bertanya dan motivasi belajar peserta didik Sekolah Dasar / Rista Mimin Nur Hayati
Abstrak
Peserta didik akan mampu berpikir tingkat tinggi apabila peserta didik aktif bertanya dan mengungkapkan pendapat dalam proses memahami materi pembelajaran. Kenyataan di lapangan indikator menunjukkan bahwa kemampuan ini seringkali tidak diperhatikan dengan baik. Hal ini terlihat dari kondisi kelas ketika pembelajaran yaitu guru mendominasi kelas dikarenakan peserta didik cenderung pasif dalam prosesnya. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara menggunakan blended-experiential learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended-experiential learning terhadap keaktifan bertanya dan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan factorial design 2 x 2. Sampel penelitian dipilih dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 42 peserta didik yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dengan 22 peserta didik dan kelas kontrol dengan 20 peserta didik. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan two way manova (multivariate analysis of variance). Instrumen pengumpul data yang digunakan pada kedua kelompok subjek penelitian terdiri dari tes kemampuan awal dengan 15 item pertanyaan valid dan tingkat reliabilitas sebesar 0 676 dan kuesioner motivasi belajar 10 item pertanyaan valid dan tingkat reliabilitas sebesar 0 681. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan keaktifan bertanya kelompok peserta didik yang dibelajarkan menggunakan blended-experiential learning dan kelompok peserta didik yang dibelajarkan menggunakan blended learning dengan pembelajaran konvensional (2) ada perbedaan ada perbedaan yang signifikan motivasi belajar kelompok peserta didik yang dibelajarkan menggunakan blended-experiential learning dan kelompok peserta didik yang dibelajarkan menggunakan blended learning dengan pembelajaran konvensional (3) ada perbedaan keaktifan bertanya peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah (4) ada perbedaan motivasi belajar peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah (5) tidak ada interaksi blended-experiential learning dan kemampuan awal peserta didik terhadap keaktifan bertanya (6) tidak ada interaksi blended-experiential learning dan kemampuan awal peserta didik terhadap motivasi belajar.