Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Malang pada materi relasi dan fungsi / Ifa Desy Amalia
Abstrak
Guru merupakan salah satu komponen utama pendidikan yang paling berperan dalam mengelola atau mengendalikan segala aktivitas pembelajaran peserta didik di kelas. Guru harus terampil dan inovatif dalam mengelola kegiatan pembelajaran agar capaian yang diharapkan dalam pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien oleh peserta didik. Salah satu upaya guru agar peserta didik mampu meraih capaian pembelajaran secara efektif dan efisien adalah dengan merancang dan menerapkan kegiatan belajar untuk peserta didik secara sistematis dan inovatif melalui penyajian materi yang jelas dengan tahapan penyampaian yang terstruktur dan mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang ada. Selain peranan guru untuk meraih capaian pembelajaran juga perlu diimbangi dengan kemampuan individu dari peserta didik salah satunya adalah kemampuan pemahaman konsep. Kemampuan pemahaman konsep termasuk bagian krusial yang perlu dikuasai peserta didik agar dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sedemikian hingga keberhasilan pembelajaran dapat dicapai oleh peserta didik. Akan tetapi berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 12 Malang kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII masih kurang optimal. Hal ini diketahui berdasarkan hasil ulangan harian peserta didik pada materi relasi dan fungsi bahwa sebanyak 18 dari 32 atau dengan kata lain sebanyak 56% peserta didik masih mendapat nilai di bawah nilai Kriteia Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 72. Di lain sisi berdasarkan pengamatan terhadap salah satu perangkat pembelajaran yang dimanfaatkan oleh guru yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menunjukkan bahwa LKPD tersebut kurang mendukung kebutuhan belajar peserta didik dalam megonstruksi pemahaman terhadap konsep matematika. LKPD yang dimanfaatkan oleh guru kurang dapat menstimulasi proses mental berpikir peserta didik secara konstruktivis. Pada LKPD tersebut tidak terdapat tahapan langkah-langkah penyelesaian spesifik yang dapat menuntun peserta didik saat mengosntruksi pengetahuan atau pemahamannya dalam menyelesaikan permasalahan. Padahal seharusnya LKPD dapat memfasilitasi aktivitas berpikir peserta didik secara sistematis dan jelas agar dapat membantu peserta didik dalam megonstruksi pemahaman. Selain itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru pembelajaran yang diterapkan lebih sering menggunakan metode ceramah dan model pembelajaran lainnya jarang digunakan. Hal tersebut berdampak pada kebiasaan belajar peserta didik yaitu peserta didik terbiasa sekedar mendengar penjelasan materi dan menunggu contoh penyelesaian masalah dari guru. Peserta didik kurang punya inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan secara aktif dan mandiri sehingga kurang maksimal dalam mengonstruksi pemahaman mereka. Untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMPN 12 Malang maka perlu dikembangkan suatu perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMPN 12 Malang pada materi relasi dan fungsi yang valid praktis dan efektif. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian dan pengembangan yang mengacu pada tahapan model 4D oleh Thiagarajan dkk. (1974). Tahapan model 4D secara urut meliputi tahap pendefinisian (define) perencanaan (design) pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini tahap penelitian dilakukan hingga tahap pengembangan dengan melakukan uji coba perangkat pembelajaran pada sekolah uji coba. Uji coba perangkat pembelajaran dinilai melalui uji kevalidan uji kepraktisan dan uji keefktifan. Uji kevalidan dilakukan oleh dua validator yaitu satu orang dosen matematika Universitas Negeri Malang dan satu orang guru matematika SMPN 12 Malang. Setelah perangkat pembelajaran dikatakan valid selanjutnya perangkat pembelajaran diujicobakan pada peserta didik kelas VIII C. Kemudian uji kepraktisan LKPD dilakukan dengan menggunakan angket respon peserta didik yang diisi oleh peserta didik semetara uji kepraktisan RPP dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi kegiatan peserta didik yang diisi oleh observer. Sedangkan uji keefektifan dilakukan dengan memberikan soal tes kemampuan pemahaman konsep relasi dan fungsi pada peserta didik. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu (1) uji kevalidan dinyatakan valid berdasarkan kevalidan RPP adalah 91 17% dan kevalidan LKPD adalah 96 5% masing-masing dengan kriteria sangat valid (2) uji kepraktisan dinyatakan praktis dengan kepraktisan RPP adalah 90 06% dan kepraktisan LKPD adalah 88 35% masing-masing dengan kriteria sangat praktis (3) uji keefektifan dinyatakan efektif berdasarkan hasil tes peserta didik menunjukkan 91 67% peserta didik mendapatkan nilai di atas KKM. Penerapan perangkat pembelajaran juga berhasil meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase banyaknya peserta didik yang memperoleh nilai ulangan harian sebesar 47 67% yaitu dari 44% sebelum perangkat pembelajaran diterapkan kemudian meningkat menjadi 91 67% setelah perangkat pembelajaran diterapkan. Dengan demikian perangkat pembelajaran berbasis PBL untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMPN 12 Malang pada materi relasi dan fungsi dinyatakan valid praktis dan efektif serta dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik.