Disertasi
Pengembangan model brain-based learning dipadu reading, mind mapping, and sharing untuk memberdayakan literasi informasi, keterampilan berpikir kreatif, dan self-regulated learning Mahasiswa Biologi / Nita Nuraini
Abstrak
Keterampilan abad 21 penting dimiliki oleh mahasiswa untuk lebih terampil dalam belajar dan berinovasi menggunakan teknologi dan media informasi serta bekerja dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup. Mahasiswa perlu menguasai berbagai keterampilan abad 21 termasuk literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning mahasiswa masih rendah dan perlu diperkuat. Rendahnya literasi informasi ini disebabkan oleh kurang dimanfaatkannya TIK dan sumber daya informasi yang ada serta minimnya kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi menemukan meninjau memilih dan menerapkan informasi yang diperlukan untuk belajar. Keterampilan Berpikir kreatif perlu dikembangkan melalui sistem pendidikan dan diajarkan oleh guru di ruang kelas secara eksplisit. Namun sistem pendidikan lebih berfokus pada transfer pengetahuan. Rendahnya keterampilan berpikir kreatif menjelaskan bahwa pada dasarnya mahasiswa belum mampu memberdayakan kemampuan dirinya secara optimal untuk menghasilkan ide dan gagasan baru. Keterampilan menghasilkan ide dan gagasan baru dapat dilatih dari cara belajar mulai dari mengatur tugas akademik mencari informasi serta menetapkan tujuan melalui keterampilan pengaturan diri atau self-regulated learning. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan rendahnya SRL mahasiswa yang berdampak pada pemahaman yang kurang baik. Penerapan model dan metode yang tepat dapat membantu pengembangan SRL mahasiswa. Berdasarkan permasalahan dan fakta maka perlu dirancang sebuah solusi dengan mengembangkan model pembelajaran yang memfasilitasi siswa dengan lingkungan belajar yang menyenangkan yaitu model pembelajaran brain-based learning ndash reading mind mapping and sharing (BBLRMS). Model BBLRMS merupakan model pembelajaran hasil perpaduan dari 2 model berbeda yakni brain-based learning (BBL) serta reading mind mapping and sharing (RMS). Perpaduan 2 model ini diselaraskan dengan kelebihan dan kelemahan pada masing-masing model sehingga menghasilkan model BBLRMS yang inovatif sebagai bentuk solusi permasalahan dalam belajar. BBLRMS memiliki kelebihan yang mampu menjadikan pembelajaran menjadi lebih aktif menarik menyenangkan dan bermakna sehingga mahasiswa menjadi mudah dalam mempelajari materi dalam mata kuliah Fisiologi Hewan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan penelitian pengembangan ini meliputi (1) menghasilkan model BBLRMS yang layak sesuai dengan tahapan model pengembangan Plomp (2013) (2) menghasilkan model BBLRMS yang valid dan didukung oleh landasan teoretis dan empiris yang kuat (2) menghasilkan model BBLRMS yang praktis dengan sintaks model yang mudah dilaksanakan secara baik di lapangan (3) menghasilkan model BBLRMS yang efektif untuk memberdayakan literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning mahasiswa biologi. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan diadopsi dari model pengembangan Plomp (2013) yang terdiri atas 3 tahapan yaitu 1) penelitian pendahuluan (preliminary research) 2) fase pengembangan (prototyping phase) dan 3) fase penilaian (assessment phase). Fase penilaian pada penelitian pengembangan dilakukan uji efektivitas yang dirancang dengan desain kuasi eksperimen (non-equivalent pretest-postest control group design) dan rancangan faktorial 3 x 2 (pembelajaran menggunakan model BBLRMS model BBL dan pembelajaran konvensional). Sampel penelitian adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah Fisiologi Hewan Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 di UIN Raden Fatah Palembang yang terbagi atas tiga kelas dengan total 75 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) literasi informasi dengan soal pilihan ganda sesuai standar dan indikator kinerja ALA amp ACRL (2000) (2) keterampilan berpikir kreatif dengan soal essay sesuai indikator Treffinger et al. (2002) (3) self-regulated learning dengan lembar kuesioner MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnaire) dari Pintrich et al. (1991). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut (1) pengembangan model BBLRMS perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian menunjukkan hasil layak digunakan. Model BBLRMS terdiri atas 7 langkah yaitu reading pre-exposure and preparation with mind mapping initiation and acquisition elaboration incubation and insert the memory sharing and verification celebration. (2) Model BBLRMS dinyatakan valid (98 10) dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang digunakan juga telah dinyatakan valid mulai dari RPS (96 42) SAP (97 11) LKM (94 14). (3) Hasil uji kepraktisan model pembelajaran BBLRMS pada dosen dan mahasiswa menunjukkan rerata sebesar 99 23 dengan kriteria ldquo Sebagian Besar Terlaksana rdquo . (4) Hasil analisis lebih lanjut menjelaskan bahwa model BBLRMS berbeda nyata dengan model BBL dan konvensional dalam memberdayakan literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning mahasiswa biologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model BBLRMS perangkat pembelajaran dan instrumen yang dikembangkan valid dan reliabel serta praktis digunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Model BBLRMS efektif dan lebih unggul dalam memberdayakan literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning mahasiswa biologi dibandingkan model BBL dan konvensional. Peneliti merekomendasikan model BBLRMS sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang membantu memperbaiki kualitas belajar dan kualitas pendidikan di Indonesia. Model BBLRMS dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi pendidik dalam upaya memberdayakan literasi informasi keterampilan berpikir kreatif dan self-regulated learning. Bagi peneliti di masa depan dapat mengeksplorasi keefektifan model BBLRMS pada mata kuliah dan tingkat semester yang berbeda.