Disertasi
Pembelajaran nilai partisipatif pengelolaan irigasi (perspektif pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air irigasi Molek Kepanjen Kabupaten Malang) / Fajar Hidayat
Abstrak
Pengelolaan irigasi oleh petani dan lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air irigasi molek memiliki dominasi pola pikir pasif sesuai kemampuan sumber daya manusia. Seiring kebijakan pemerintah semangat kemauan serta kebersamaan untuk menjadi lebih baik masyarakat tani mendapatkan kesempatan dan ruang untuk melaksanakan pengelolaan irigasi tersier mulai dari tahap perencanaan tahap pelaksanaan dan tahap pengawasan (monitoring evaluation). Fokus terpilih (1) pembelajaran nilai-nilai partisipatif pengelolaan irigasi dalam penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan (2) fasilitasi pemerintah dalam pelaksanaan pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air irigasi molek yang sesuai dengan kebutuhan petani demi terwujudnya kemandirian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian Kualitatif adalah serangkaian praktik penafsiran material dari serangkaian representasi yang mencakup berbagai catatan lapangan wawancara percakapan foto rekaman dan catatan pemberi informasi. Lokasi penelitian berada pada lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Tirto Molek di Kecamatan Kepanjen Kecamatan Kromengan Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Sebagai informan dalam penelitian ini adalah anggota dan pengurus lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (informan primer) fasilitator dari pemerintah (informan sekunder) masyarakat desa dan tokoh (informan penunjang). Analisis data dilakukan ditempuh dengan tiga tahap yakni penyajian terbuka penyandian aksial dan penyandian selektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran nilai partisipasi pengelolaaan irigasi molek peneliti melakukan pembahasan terhadap dua konsep pada kegiatan pembelajaran melalui pemberdayaan dan pelatihan yaitu untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan petani lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air dalam tata kelola administrasi keuangan serta teknis sehingga kegiatan operasi pemeliharaan jaringan irigasi molek dapat dan mampu dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air secara mandiri. Pemberdayaan dan pelatihan (1) usaha peningkatan kemampuan kualitas sumber daya petani dalam pengelolaan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (2) peningkatan partisipasi masyarakat petani dalam pelaksanaan operasi pemeliharan jaringan irigasi tersier. Fasilitasi pemerintah dalam pelaksanaan pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air irigasi molek (1) pemberdayaan berbasis fleksibilitas kolaboratif patisipatif (FKP) (2) kemandirian lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan berkelanjutan serta (3) model pengelolaan irigasi molek kedepan. Simpulan Pembelajaran dengan metode pemberdayaan dan pelatihan adalah proses transfer pengetahuan dengan tujuan mendapatkan perubahan tingkah laku sehingga dapat mensejajarkan dirinya dalam aktifitas dan lingkungan sosial masyarakat. Pembelajaran melalui pelatihan akan memunculkan dan mengembangkan potensi diri. Keberhasilan implementasi model kolaborasi dan partisipasi antara Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air dibutuhkan komitmen dan disiplin yang tinggi. Pemangku kepentingan mulai hulu bendung sampai hilir saluran tersier diharapkan memiliki fleksibilitas menghadapi perubahan dinamika dan kemajuan teknologi. Dalam proses kemandirian perlu model yang sesuai dengan kebutuhan yang selalu mampu mangakomodasi berbagai kepentingan. Rekomendasi bagi Ketua Lembaga P3A Molek untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dan kemampuan anggotanya dalam pengelolaan sistem irigasi tersier dengan melakukan kegiatan pemberdayaan pelatihan dan workshop . Selain itu Ketua lembaga P3A mendorong petani sebagai anggota untuk berpartisipasi aktif terhadap pengelolaan irigasi tersier mulai tahap perencanaan pelaksanaan program operasi pemeliharaan serta pengawasan. Kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas selaku wakil pemerintah agar memperbaiki kinerja birokrasi mengikutsertakan pihak struktural fungsional dalam pengelolaan jaringan irigasi partisipatif serta memberikan bantuan berupa stimulus. Kepada Peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan untuk pengembangan partisipasi dalam pengelolaan irigasi berbasis tekonologi.