Disertasi
Pengaruh integrasi model pembelajaran group investigation dan reading, questioning, and answering terhadap keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, dan pemahaman konsep biologi siswa / Indah Panca Pujiastuti
Abstrak
Era globalisasi abad ke-21 sering disebut sebagai era pengetahuan karena daya saing di berbagai bidang kehidupan. Di era pengetahuan ini sumber daya manusia harus memiliki kemampuan unggul yang dapat diperoleh melalui pembelajaran akademik di sekolah termasuk dalam pembelajaran biologi. Faktanya pembelajaran biologi di sekolah menengah kurang berfokus pada peningkatan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep biologi. Padahal memberdayakan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep dalam pembelajaran biologi sangat penting. Permasalahan tersebut membutuhkan solusi alternatif seperti penerapan model pembelajaran yang tepat seperti Group Investigation (GI). GI merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk melakukan investigasi dalam kelompok untuk menemukan masalah menganalisis dan memecahkan masalah tersebut. Pembelajaran GI terbukti mampu meningkatkan keterampilan metakognitif merangsang pemikiran kritis meningkatkan hasil belajar dan memberikan respon positif pada siswa. Namun pembelajaran GI ternyata juga memiliki beberapa kelemahan di antaranya (1) keterlibatan siswa yang berprestasi rendah menjadi lebih sedikit dan keterlibatan siswa yang berprestasi tinggi menjadi lebih dominan dan (2) siswa kurang berani mengemukakan pendapat pada saat diskusi karena pemahaman materinya masih rendah. Beberapa kelemahan ini mengindikasikan bahwa diperlukan model pembelajaran lain yang diharapkan dapat menutupi kelemahan model GI seperti Reading Questioning and Aswering (RQA). RQA sebagai salah satu model pembelajaran ldquo tercipta rdquo untuk merespons suatu kenyataan dalam kelas akademik di mana hampir semua siswa yang diberikan tugas untuk membaca materi pembelajaran kurang dapat melaksanakannya. Jadi kesannya strategi pembelajaran yang telah disiapkan sulit terlaksana sebagai konsekuensinya pemahaman konsep pada materi yang diajarkan cenderung lebih rendah. Keunggulan RQA antara lain mampu (1) menggiatkan siswa untuk membaca materi pembelajaran yang telah ditugaskan sehingga model pembelajaran bisa diimplementasikan dan penguasaan konsep sukses ditingkatkan mendekati level maksimum (2) memfokuskan siswa dalam membaca dan mengingat materi pembelajaran dan (3) mengakomodasi kegiatan tanya jawab. Integrasi GI dan RQA yang selanjutnya disingkat sebagai GIRQA diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep biologi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep biologi pada siswa SMAN 1 Jombang yang diajar dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA dan konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMAN 1 Kabupaten Jombang semester genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Adapun sampelnya adalah siswa kelas X MIPA yang terdiri dari empat kelas yaitu kelas dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA dan konvensional. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran angket respons siswa dan soal tes essay terintegrasi. Semua instrumen yang digunakan tetap terjaga validitas isi konstruk dan empirisnya. Teknik pengumpulan data ditempuh dengan tiga cara yaitu memberikan soal-soal pretest dan posttest kepada siswa melakukan observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dan memberikan angket respons siswa setelah pembelajaran. Ragam analisis data di antaranya analisis kevalidan draf perangkat pembelajaran analisis keterlaksanaan sintaks model pembelajaran analisis konsistensi keterlaksanaan sintaks model pembelajaran dan analisis respons siswa terhadap pembelajaran. Uji hipotesis menggunakan Analisis Kovarian (ANCOVA) dengan tetap memperhatikan uji prasyarat utama yaitu uji normalitas uji homogenitas uji linearitas dan uji homogenitas garis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan metakognitif pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA konvensional. Rerata skor terkoreksi keterampilan metakognitif siswa di kelas GIRQA lebih tinggi dibandingkan di kelas GI RQA dan konvensional (2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA konvensional. Rerata skor terkoreksi keterampilan berpikir kritis siswa di kelas GIRQA lebih tinggi dibandingkan di kelas GI RQA dan konvensional (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep biologi pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA konvensional. Rerata skor terkoreksi pemahaman konsep biologi siswa di kelas GIRQA lebih tinggi dibandingkan di kelas GI RQA dan konvensional. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep biologi pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran GI RQA GIRQA dan konvensional. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran GIRQA perlu diimplementasikan di kelas karena model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan metakognitif keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa