Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik Kelas X IPS SMA Negeri 2 Sumenep / Susi Octa Prima Wahyuningtias
Abstrak
Pembelajaran yang mampu menumbuhkan dan menambah kemampuan memecahkan masalah peserta didik sangat diperlukan sebagai persiapan sesuai kurikulum 2013 serta tuntutan produk pendidikan masa depan. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu model pembelajaran yang dianggap mampu melatih kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Permasalahan nyata disajikan dalam pemebelajaran agar peserta didik memahami dengan mulai mencari tahu sampai menemukan pemecahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X IPS SMA Negeri 2 Sumenep. Desain penelitian yang digunakan adalah Postest Only Control Group dengan pemilihan dua kelompok secara acak sebagai subjek penelitian. Kedua kelompok tersebut diberi perlakukan yang berbeda. Penelitian dilakukan di kelas X IPS SMA Negeri 2 Sumenep dengan kelas X IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 5 sebagai kelas kontrol. Soal essai yang terdiri dari 6 butir soal dijadikan sebagi instrument penelitian yang sebelumnya telah diuji kevalidan dan reliabilitasnya. Data hasil penelitain selanjutnya diuji menggunakan independent T-test pada SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X IPS SMA Negeri 2 Sumenep. Hal tersebuat terbuktikan oleh hasil uji independent sample t-test data penelitian dengan hasil sig. (2-tailed) yang kurang dari standar signifikansi yaitu 0 027 dan (0 027 lt 0 05). Rata-rata nilai kelas eksperimen juga lebih tinggi adari pada kelas kontrol yaitu masing-masing 74 3 dan 68 29 sehingga terlihat bahwa terdapat perbedaan nilai kemampuan memecahkan masalah peserta didik dengan perlakukan menggunakan PBL. Penelitian ini dapat menjadi saran bagi guru dan peneliti. Guru dalam menggunakan model PBL diharapkan mampu secara optimal dalam perannya merencanakan pembelajaran yang tertuang dalam RPP memilih masalah yang akan disajikan serta membimbing siswa dalam penyelidikan dan pengambilan keputusan. Mengkondisikan peserta didik agar lebih kondusif juga sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan menggunakan model ini. Peneliti selanjutnya diharapkan mengkombinasikan model lain di dalamnya atau mengukur pengaruh lain dari model ini.