Disertasi
Pengembangan modul pelatihan pembuatan sokasi dengan material komposit berpenguat serat batang bambu untuk meningkatkan wawasan kualitas produk wisata / Nyoman Arya Wigraha ST MT
Abstrak
RINGKASAN Wigraha 2022. Pengembangan Modul Pelatihan Pembuatan Sokasi dengan Material Komposit Berpenguat Serat Batang Bambu untuk Meningkatkan Wawasan Kualitas Produk Wisata. Disertasi Program Studi Pendidikan Kejuruan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Djoko Kustono M.Pd. (II) Dr. Tuwoso M.P. (III) Prof. Dr. Dwi Agus Sudjimat S.T M.Pd Kata Kunci Komposit Serat Batang Bambu dan Sokasi Ada beberapa jenis kerajinan yang mampu membangkitkaan kemauan berwirausaha pada masyarakat. Salah satu alternatifnya adalah kerajinan membuat sokasi. Sokasi identik dengan bambu akan tetapi perlu sebuah inovasi yang baru untuk meningkatkan nilai jualnnya salah satunya adalah dengan perpaduan dengan bahan kimia yaitu resin. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah panduan berupa modul untuk mendukung proses pelatihan tersebut. Ada kebutuhan/urgensi untuk mengembangkan modul pelatihan pembuatan sokasi yang diselenggarakan di Desa Dencarik yang meliputi aspek-aspek (1) menghasilkan menghasilkan modul pelatihan pembuatan sokasi dengan material komposit berpenguat serat batang bambu. (2) keberterimaan pelatihan pembuatan sokasi dengan material komposit berpenguat serat bambu berbasis modul bagi masyarakat Desa Dencarik. (3) mengetahui perbedaan keahlian pembuatan sokasi dengan material komposit berpengutan serat bambu pada kelompok masyarakat yang dilatihkan dengan modul pelatihan dibandingkan dengan tanpa modul pelatihan.Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul pelatihan pembuatan sokasi dengan material komposit berpenguat serat batang bambu dan mengetahui keberterimaan modul pelatihan pembuatan sokasi dengan material komposit berpenguat serat bambu berbasis modul bagi masyarakat Desa Dencarik. Pengembangan modul ini menggunakan model research and development (R amp D). Reseach and development yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk pendidikan dan menguji keberterimaan produk tersebut dalam bidang pendidikan. Pengukuran validitas ini menggunakan analisis aiken yang melibatkan 4 orang rater sebagai penilai. Berdasarkan hasil yang didapat pada pengujian ahli materi yang menggunakan dua rater diperoleh skor 94 % kategori sangat layak. didapat pada pengujian ahli materi yang menggunakan dua rater diperoleh skor 91 % kategori sangat layak. Untuk pengujian kelompok kecil menggunakan 15 responden dengan hasil yang didapat adalah 81 3 % dengan kategori layak. Selanjutnya untuk uji kelompok besar menggunakan 30 responden masyarakat desa dencarik dengan hasil yang didapat adalah 87 1 % sangat layak. Jika dirata-ratakan hasil antara uji ahli materi uji ahli media uji kelompok kecil dan uji kelompok besar didapat sebesar 91 % dengan kategori sangat layak.Selain itu untuk membandingkan kelompok masyarakat menggunakan uji t. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan di desa dencarik hasil menunjukan nilai sig. (2-tailed) mendapatkan harga lebih kecil dari 0 05 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% sehingga data hasil penelitian dinyakan terdapat perbedaan yang signifikan. Ini berarti dilihat dari nilai sig. atau signifikansi pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Ha diterima artinya terdapat pengetahuan tentang peningkatan kualitas produk sokasi dengan material komposit antara kelompok masyarakat yang dilatih berbantuan modul dibandingkan dengan kelompok masyarakat tanpa modul pelatihan sehingga dapat disimpulkan bahwa modul pelatihan yang dikembangankan mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kualitas produk sokasi.