Skripsi
Studi tentang sistem pengelolaan pelatihan keterampilan sasirangan pada paket C di SKB Kota Banjarbaru / Dewi Mega Mutia
Abstrak
Pengelolaan pelatihan keterampilan sasirangan di latar belakangi permasalahan masih banyak masyarakat yang putus sekolah sehingga perlu adanya solusi untuk lanjut sekolah dengan pendidikan non-formal yang mengutamakan keterampilan. SKB Kota Banjarbaru sebagai lembaga pendidikan non-formal di Kalimantan Selatan yang terakreditasi A dalam pengelolaan progam pelatihan salah satu pelatihan yang di laksanakan SKB Kota Banjarbaru adalah pelatihan keterampilan sasirangan sehingga dapat di jadikan contoh untuk lembaga sejenisnya. Tujuan penelitian ini untuk mendekskripsikan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan pelatihan keterampilan sasirangan pada paket C. Fokus penelitian ini meliputi (1) Pengelolaan pelatihan keterampilan sasirangan (2) Faktor pendukung dan penghambat keberhasilan pelatihan keterampilan sasirangan. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi Sumber dan Triangulasi teknik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumenasi. Kesimpulan dalam penalitian ini adalah (a) perencanaan pelatihan dilakukan dengan mengidentifikasi tutor keterampilan sasirangan dan peserta didik paket C menyusun silabus dan RPP sesuai dengan pedoman K13 Pendidikan kesetaraan serta mempersiapkan sarana dan prasarana (b) Pelaksanaan pelatihan dan kegiatan dilakukan secara tersturkur sesuai dengan RPP yang meliputi materi belajar alokasi waktu proses belajar (kegiatan pendahuluan inti dan penutup) alat dan bahan sasirangan (c) Evaluasi dilakukan untuk mengatahui hasil belajar pelaksanaan evaluasi terdapat 2 tahap yaitu pre-tes dan post-test hasilnya terdapat peningkatan pengatahuan sasirangan dan keterampilan sasirangan dengan hasil nilai rata-rata peserta didik 80-85 predikat B serta terdapat perkembangan karakterisitik peserta didik secara mandiri berkreaiftas dan bergotong-royong di akhir pelatihan. Faktor penghambatnya dari peserta didiknya sendiri yang kurang termotivasi untuk melanjutkan keterampilan sasirangan diluar lingkup lembaga sehingga SKB Kota Banjarbaru sebaiknya memberikan pelajaran kewirasuahaan atau menyelenggarakan pameran sasirangan. SKB Kota Banjarbaru sebaiknya menambahkan sarana ruangan untuk menjemur kain sasirangan karna di lembaga masih belum ada alat pendukung membuat sasirangan sebiaknya di tambah karena peserta didik masih bergantian menggunakan pendedel dan hanya menggunakan 1 sarung tangan.