Disertasi
Kontribusi agent of change, e-branding tourism, leadership komitmen dan pendidikan nonformal melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat / Decky Avrilianda
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh (1) adanya agent of change yang mampu berperan penting dalam proses pemberdayaan masyarakat (2) adanya e-branding tourism atau pemasaran pariwisata melalui media sosial yang mampu untuk mengembangkan pariwisata di Banyuwangi (3) adanya dukungan pemerintah daerah yang memiliki leadership komitmen yang tinggi atas perubahan pariwisata yang saat ini terjadi di Banyuwangi (4) peran pendidikan nonformal terkait dengan tambahan pendidikan mengenai pariwisata yang dilakukan di satuan lembaga pendidikan nonformal di Banyuwangi (5) serta masih melekatnya stigma mistik yang ada di Banyuwangi untuk dijadikan strategi pemasaran pariwisata. Tujuan penelitian ini antara lain (1) menganalisis kontribusi agent of change terhadap keberdayaan masyarakat (2) menganalisis kontribusi e-branding tourism terhadap keberdayaan masyarakat (3) menganalisis kontribusi leadership komitmen terhadap keberdayaan masyarakat (4) menganalisis kontribusi pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat (5) menganalisis kontribusi agent of change melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (6) menganalisis kontribusi e-branding melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (7) menganalisis kontribusi leadership komitmen melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (8) menganalisis kontribusi pendidikan nonformal melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (9) menganalisis kontribusi agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat dan (10) menganalisis kontribusi agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat melalui stigma mistik. Populasi penelitian adalah seluruh pengelola pokdarwis (kelompok sadar wisata) di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 297 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin margin of error 5% dengan jumlah 171 orang. Teknik sampling menggunakan sample random sampling. Teknik analisis menggunakan partial least square structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian bahwa (1) terdapat kontribusi agent of change terhadap keberdayaan masyarakat (2) terdapat kontribusi e-branding tourism terhadap keberdayaan masyarakat (3) terdapat kontribusi leadership komitmen terhadap keberdayaan masyarakat (4) terdapat kontribusi pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat (5) terdapat kontribusi agent of change melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (6) terdapat kontribusi e-branding melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (7) terdapat kontribusi leadership komitmen melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (8) terdapat kontribusi pendidikan nonformal melalui stigma mistik terhadap keberdayaan masyarakat (9) terdapat kontribusi agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat dan (10) terdapat kontribusi agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal terhadap keberdayaan masyarakat melalui stigma mistik. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari 1 96 dan p-values lebih kecil dari 0 05. Selain itu variabel keberdayaan masyarakat memperoleh nilai R Square Adjusted sebesar 0 873. Hal ini dapat diartikan sebesar 87 3% variansi keberdayaan masyarakat yang telah dipengaruhi oleh variabel agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal. Selain variabel agent of change e-branding leadership komitmen dan pendidikan nonformal kontribusi yang diberikan terhadap variabel keberdayaan masyarakat hanya sebesar 12 7%. Saran dari penelitian ini ditujukan kepada (1) pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk lebih meningkatkan pemasaran melalui e-branding tourism dengan sekreatif mungkin agar mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat yang menjadi pegiat pariwisata (2) pemerintah daerah dapat menstimulasi masyarakatnya untuk bisa menjadi agen perubahan. Semakin banyak agen perubahan yang ada akan semakin mudah dalam mensosialisasikan kesadaran untuk menjadi masyarakat yang berdaya (3) akademisi pendidikan nonformal lebih aktif memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (4) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi keberdayaan masyarakat.